Militer.or.id – Vietnam Akan Tinggalkan Gepard demi HDF-3000?.

Citra komputer fregat HDF-3000 pesanan Angkatan Laut Filipina. © HHI Korea Selatan

Militer.or.id – Jika Angkatan Laut India memutuskan untuk memesan fregat rudal kelas Gepard 3.9, kemungkinan besar Rusia akan memberi prioritas produksi kepada pesanan India daripada Vietnam, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Selama seminggu terakhir, pemerintah India dan Rusia mengumumkan akan memulai negosiasi baru fregat 2.000 ton kelas Gepard 3.9 di Mosva.

India terpaksa kembali ke fregat rudal kelas ini setelah galangan kapal domestik gagal memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Laut India untuk meningkatkan kapasitas armada tempur permukaannya demi menghadapi Angkatan Laut China di Samudera Hindia.

Diharapkan New Delhi akan dapat memesan antara 6 hingga 8 unit fregat rudal Gepard 3,9 yang akan diprioritaskan oleh Rusia karena merupakan mitra penting dan memiliki kemampuan keuangan yang kuat.

Tapi satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pembangunan sepasang fregat rudal kelas Gepard 3,9 oleh pabrik Zelenodolsk ini membutuhkan waktu 4 tahun.

Dengan demikian, penyelesaian pesanan untuk New Delhi akan memakan waktu kira-kira 12 tahun, belum lagi risiko lain seperti tertunda karena India mengusulkan untuk desain ulang demi menginstal mesin buatan mereka sendiri.

Jika Vietnam memutuskan untuk memesan sepasang fregat rudal Gepard 3,9 maka akan butuh waktu lebih lama untuk memperoleh kapal itu, dengan demikian keunggulan dari Gepard telah menjadi usang dan yang lebih penting Vietnam tidak punya cukup waktu untuk menunggu begitu lama.

Dalam situasi ini, beberapa ahli militer menyarankan agar Vietnam mempertimbangkan untuk meninggalkan fregat rudal kelas Gepard 3.9 dan langsung menuju kapal perang HDF-3000 berkapasitas 3.000 ton dengan struktur modular yang canggih, yang dapat ditransfer oleh mitra teknologi dan khususnya waktu penyelesaiannya jauh lebih cepat daripada memesan ke Rusia.

Pada tanggal 1 Mei, galangan kapal Hyundai Heavy Industries memotong baja untuk membangun fregat HDF-3000 pertama (varian modifikasi dari fregat Incheon) untuk Angkatan Laut Filipina. Sesuai jadwalnya Filipina akan menerima fregat tersebut pada pertengahan tahun 2020.

HDF-3000 Filipina memiliki kapasitas muatan penuh lebih dari 3.000 ton, dipersenjatai dengan baik dan komprehensif dengan rudal anti-kapal SSM-700K, peluncur vertikal untuk menggelar rudal pertahanan udara jarak jauh, lambung dan detektor kapal selam modern, dilengkapi dengan sistem deteksi radar canggih buatan Eropa.

Harga sepasang fregat HDF-3000 Filipina hanya $ 337 juta, setara dengan Gepard.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam serta Korea Selatan telah membuat langkah signifikan dalam bidang kerjasama pertahanan, terutama fakta bahwa Korea Selatan telah menyediakan kapal kelas Pohang kepada Vietnam yang saat ini berjumlah 18 unit.

Produksi Korea Selatan memiliki pengaruh pada fakta bahwa, melalui pemberian kapal kepada pihak Vietnam, juga dimungkinkan untuk mempromosikan kemampuan serta keandalan senjata buatan mereka untuk pesanan di masa depan.

Di Asia Tenggara, selain Filipina, Thailand juga membeli dua kapal perang DW-3000F yang dibangun oleh Korea Selatan sementara Indonesia menempatkan kepercayaan pada produksi kapal selam kelas Chang Bogo.

Dan apabila dalam waktu dekat, daftar pelanggan kapal perang produksi Korea Selatan di ASEAN terdapat nama Vietnam, maka ini bukanlah kejutan besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here