Rudal Tomahawk Sitaan Akan Bantu Rusia Buat Jammer Baru

Militer.or.id – Rudal Tomahawk Sitaan Akan Bantu Rusia Buat Jammer Baru.

Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Rusia akan membangun sistem peperangan elektronika (pernika) atau jammer baru untuk melawan rudal jelajah setelah mengumpulkan data dari 2 rudal Tomahawk buatan AS yang disita akibat tidak meledak dalam serangan udara di Suriah, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Koalisi pimpinan AS telah meluncurkan serangan rudal pada sejumlah situs yang diduga memproduksi senjata kimia di Suriah pada awal tahun ini. Sejumlah rudal itu berhasil mencapai sasaran mereka, sementara beberapa lainnya gagal meledak.

HARUS BACA :  ST Kinetics Offers New Platform for Mobile Protected Firepower (MPF)

Militer Rusia mengklaim telah memperoleh dua rudal hasil sitaan sekutu Suriah mereka dan sedang mempelajari rudal-rudal tersebut serta mengembangkan sistem peperangan elektronika yang dirancang untuk mencegat rudal-rudal ini.

“Atas dasar pengalaman ini, tugas-tugas teknis untuk pekerjaan baru sedang dipersiapkan. Mereka akan mempertimbangkan semua informasi yang diperoleh untuk membantu kami membangun prototipe sistem jammer baru”, menurut Vladimir Mikheev, penasihat wakil direktur utama KRET Rusia.

Mikheev menambahkan bahwa dengan memperoleh rudal itu, Rusia bisa dengan jelas memahami apa saluran komunikasinya, informasi dan kontrol, navigasi dan jangkauan rudalnya.

HARUS BACA :  Jenderal Teheran Sebut Akan Hancurkan AS, Israel, Dan Saudi
HARUS BACA :  Angkatan Laut Filipina Akan Beli Lebih Banyak Rudal

Dengan mengetahui semua parameter tersebut, kita akan dapat lebih efektif melawan rudal jelajah ini di semua tahap penyebaran mereka dalam pertempuran, tegasnya.

Mengenai kerangka waktu pengembangan sistem jammer baru, Mikheev pun mencatat bahwa sesuai dengan persyaratan negara sebagai pelanggan, siklus dari pengembangan penuh pada sistem jammer akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun dan prototipe ini tidak akan menjadi pengecualian.

HARUS BACA :  TNI-TD Malaysia Bertukar Taktik dan Teknik Militer

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Sebelumnya AL Norwegia Tidak Keluhkan Hal ini – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  ST Kinetics Offers New Platform for Mobile Protected Firepower (MPF)