Belgia Abaikan Tawaran Rafale dari Prancis

Militer.or.id – Belgia Abaikan Tawaran Rafale dari Prancis.

Jet tempur Rafale buatan Dassault Prancis. © Ronnie Macdonald via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Tawaran kemitraan strategis dari Prancis untuk penggantian jet tempur F-16 dengan pesawat Rafale ternyata belum pernah dipelajari secara detail oleh Belgia, sedangkan file lengkap juga belum diterima oleh perusahaan Belgia, selain oleh Departemen Pertahanan, seperti dilansir dari laman Belga News Agency.(13/6/2018).

Pihak berwenang tak memiliki tawaran penuh.

HARUS BACA :  Turki : Mengakui Jerusalem Sebagai Ibu Kota Israel Akan Timbulkan Bencana

Proposal Rafale Prancis sejauh ini belum diperiksa secara rinci oleh Belgia, yang mana pihak berwenang bahkan tak memiliki tawaran lengkap, menurut data Business Daily yang berasal dari sumber yang akrab dengan masalah ini.

Dokumen lengkap, yang berisi lebih dari 3.000 halaman, belum pernah diajukan secara resmi kepada Belgia. Kecuali Kementerian Pertahanan, namun tidak diserahkan kepada kabinet Belgia, bahkan di tingkat Perdana Menteri atau pun Kementerian Luar Negeri telah diberi wewenang untuk menerima dokumen itu atau pun untuk mendiskusikannya dengan perwakilan dari Prancis.

HARUS BACA :  Israel Ingin Beli BMPT-72 Terminator 2 Rusia
HARUS BACA :  “Strategi AS Disini Telah Gagal” – Militer.or.id

Dephan perlu bekerja dalam konteks tunggal untuk tender.

Departemen Pertahanan mengatakan bahwa mereka diharuskan untuk bekerja secara eksklusif dalam kerangka Permohonan untuk Proposal (RFP) Pemerintah, tidak ada keputusan politik oleh pemerintah yang menempatkan prosedur ini dalam pertanyaan.

Tetapi Prancis dianggap tak menghormati prosedur ini dengan mengajukan “kemitraan strategis” melalui surat yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Belgia yakni Steven Vandeput.

HARUS BACA :  Japan May Offer Military Trucks to ASEAN

Partisipasi potensial dalam program Future Air Combat System

Namun, tawaran kerjasama strategis dari Prancis mengandung beberapa elemen yang menarik, seperti kemungkinan partisipasi Belgia dalam Program Sistem Tempur Udara Masa Depan Prancis-Jerman (Système de Combat Aérien Future, SCAF).

Menurut laporan L’Echo, berupa periode tunggu yang sangat singkat (kurang dari tiga tahun) untuk pengiriman 34 unit pesawat tempur Rafale akan dimulai, terlepas dari kapan kontrak itu bakal ditandatangani.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Peluncuran Destroyer Hobart Class Ketiga Australia