Komite Jerman: Operasi Militer Rusia di Suriah adalah Sah

Militer.or.id – Komite Jerman: Operasi Militer Rusia di Suriah adalah Sah.

Bomber Sukhoi Su-24M Rusia di Hmeymim Air Base Surian. (photo: Russian Ministry of Defence)

Militer.or.id – Intervensi pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah berada di bawah tingkat pengawasan yang semakin meningkat, dengan para kritikus berpendapat bahwa koalisi pimpinan AS tak memiliki mandat untuk melakukan operasi militer disana sebab tidak memiliki persetujuan Damaskus, seperti dilansir dari laman Tagesschau.de.

Bundestag, sebuah komite Jerman yang diketuai oleh Die Linke Alexander Neu menyebut kehadiran militer Rusia di Suriah “diperbolehkan dalam hukum internasional”, itu karena pemerintah Suriah meminta bantuan kepada Moskow, katanya pada hari Selasa.

HARUS BACA :  Malam Pisah Sambut Tampilkan Keluarga Koarmatim

Secara khusus, Mr. Neu mencatat bahwa pasukan Rusia itu beroperasi di Suriah dengan “persetujuan eksplisit dari pemerintah Suriah”.

Komiter menggambarkan bahwa peran koalisi yang dipimpin oleh AS dalam krisis Suriah malah memperkeruh, dan mencatat bahwa memasok senjata kepada militan di negara itu merupakan potensi pelanggaran hukum internasional.

HARUS BACA :  Pengerahan Aset Militer AS di Korsel akan Dimulai Akhir Tahun Ini

Selain itu, mereka mengatakan bahwa campur tangan AS di Suriah untuk melawan Daesh dan kelompok teroris lainnya bisa dikatakan legal apabila Suriah “tak mampu atau tidak mau” untuk melakukannya sendiri.

HARUS BACA :  Warga Baturaja Saksikan Latihan Ancab TNI AD 2018

Angkatan Darat Suriah telah tanpa lelah memerangi kelompok-kelompok tersebut selama bertahun-tahun, beberapa di antara kelompok bersenjata itu malah menerima dukungan militer dari Washington, sehingga komite parlemen Jerman menyoroti bahwa banyak ahli hukum internasional berpikir jika intervensi AS di Suriah tidak dapat dibenarkan secara hukum.

Selain itu, menurut laporan komite Bundestag, Daesh sebagian besar telah dikalahkan dan tidak lagi sebagai kekuatan militer terorganisir di Suriah, sehingga “undang-undang pertahanan diri” AS semakin sulit untuk dibenarkan dan AS harus mempertimbangkan untuk menghentikan operasi militernya di Suriah.

HARUS BACA :  Pengerahan Aset Militer AS di Korsel akan Dimulai Akhir Tahun Ini

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Empat MiG-31 Rusia Terjebak di Bandara Sipil