Uji Mendarat Naval Tejas di Kapal INS Vikramaditya

Militer.or.id – Uji Mendarat Naval Tejas di Kapal INS Vikramaditya.

Jet tempur ringan Tejas buatan India dipersenjatai rudal R-73 (AA-11 Archer) © Ajai Shukla via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Seorang pilot uji menerbangkan jet tempur ringan (LCA) Tejas di hari Kamis berhasil mengaitkan ekor jet tempur itu pada kawat penahan pada fasilitas uji di Goa, kata juru bicara Hindustan Aeronautics Limited (HAL) yang dilansir dari laman Hindustan Times.

Varian Angkatan Laut dari LCA Tejas domestik mengambil langkah awal untuk menuju pendaratan di dek penerbangan kapal induk India satu-satunya, yakni INS Vikramaditya. Kapal induk yang saat ini mengoperasikan jet tempur MiG-29K asal Rusia dari deknya.

HARUS BACA :  Free to Fly, F-35 Kini Tak Lagi Grounded – Militer.or.id

Ini adalah yang pertama dari serangkaian pengujian yang ketat dan harus dilakukan sebelum jet tempur ringan tersebut dapat diuji untuk operasi dari dek penerbangan yang sebenarnya, yang diperkirakan bisa memakan waktu lebih dari setahun.

HARUS BACA :  Komisi I DPR : Penunjukan Marsekal TNI Hadi Penuhi Kebersamaan TNI

Mendarat di kapal induk membutuhkan pengait pada jet tempur untuk menangkap kabel di dek penerbangan karena terbatasnya ruang pada landasan pacu.

HARUS BACA :  Rumania Ingin Beli 60 Tank Tempur Utama Baru

“Pendaratan yang ditangkap” akan membuat jet tempur untuk segera terhenti, dimana kecepatan pendaratannya turun dari 130 knot menjadu nol hanya dalam beberapa detik.

“India telah bergabung dengan klub terpilih seperti AS, Eropa, Rusia dan juga China yang memiliki kemampuan dek pendarat pesawat tempur”, tutur juru bicara itu.

Dia mengatakan bahwa prototipe atau purwarupa varian Angkatan Laut 2 (NP2), yang di ujicobakan oleh Kapten Shivnath Dahiya, telah melakukan kontak pertama dari sistem kait-penangkap pada “kecepatan taksi moderat” di fasilitas uji berbasis pantai (SBTF) di Goa, dimana itu adalah pengujian darat yang dilakukan pada kecepatan 50 – 60 knot.

HARUS BACA :  Pentagon Setuju Menjual Rudal "Sea Sparrow" ke Finlandia
HARUS BACA :  Display Analog F-5 AS Akan Diganti Garmin® G3000

“Uji coba berikutnya akan melibatkan pengujian sistem pendaratan pada kecepatan taxi-antara 80 – 90 knot. Ini akan diikuti dengan uji coba yang sebenarnya dengan pendaratan pesawat pada kecepatan yang sebenarnya, yakni 130 knot”, sebut seorang pejabat senior di Angkatan Laut India yang memantau proyek tersebut.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here