Militer.or.id – Kemampuan Operasi Jangka Panjang Angkatan Udara AS, Dipertanyakan.

B-52 Stratofortress. (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Jacob N. Bailey)

Militer.or.id  –  Meskipun telah melakukan investasi besar-besaran di angkatan udara negara itu, dan terutama dalam pengembangan Jet tempur F-35, pasukan AS masih gagal untuk menutupi semua skenario dan dilaporkan dapat menghadapi kesulitan berat dalam misi jangka panjang, dirilis Sputniknews.com, 1-9-2018.

Penelitian terbaru oleh lembaga pemikir nirlaba RAND Corporation menunjukkan bahwa Angkatan Udara AS tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan saat ini dan masa depan. Para peneliti telah menganalisis bagaimana peralatan militer akan tampil dalam empat skenario masa depan yang masuk akal – “perang dingin dengan Rusia dan Cina,” operasi penegakan perdamaian dan misi kontraterorisme.

Tak satu pun dari pesawat perform dengan sempurna untuk semua 4 skenario itu. Jet yang paling berhasil dan hanya gagal di salah satu skenario setelah mencapai 64% dari efektivitas dalam skenario itu. Pesawat pengisian bahan bakar juga hampir berhasil dengan capaian 90% dalam 3 skenario, dan hanya mencapai 32% dalam operasi penegakan perdamaian.

Platform C3ISR / BM (komando, kontrol, komunikasi, intelijen, pengawasan, dan pengintaian / manajemen pertempuran) menunjukkan hasil yang paling buruk dengan 84% dalam satu skenario dan 29 hingga 63% di skenario lainnya. RAND menjelaskan kegagalan karena tingginya permintaan untuk peralatan tersebut, namun persediaan tidak mencukupi dari yang diperlukan, sehingga menciptakan kekurangan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa efektivitas Angkatan Udara AS menurun secara signifikan dalam misi yang berlangsung lebih dari setahun. Menurut lembaga think tank, misi semacam itu menempatkan tuntutan tekanan tinggi pada struktur kekuatan dan dalam kondisinya saat ini, armada udara AS tidak dapat mengatasinya secara efektif dan membutuhkan dorongan dalam kemungkinan untuk itu terjadi.

RAND menunjukkan bahwa Angkatan Udara AS perlu mencari solusi untuk misi jangka panjang berdasarkan analisis kekurangan dalam sistem yang ada dan mengidentifikasi kekurangan dalam kapasitas saat ini dengan menggunakan pengalaman dari misi sebelumnya sebagai dasar.

Laporan itu muncul di tengah berita bahwa Angkatan Udara AS di pangkalan Iwakuni di salah satu pulau Jepang telah meminta pasokan transportable lightning rods karena Jet F-35 terbaru tidak memiliki perlindungan pasif yang baik dari petir. Menurut Pentagon, produser F-35 Lockheed Martin sudah menguji sistem yang akan melindungi elektronik Jet jika ada kasus disambar petir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here