Pesawat Tempur Rusia dan Suriah Gempur Kota di Idlib

Militer.or.id – Pesawat Tempur Rusia dan Suriah Gempur Kota di Idlib.

Ilustrasi: Sukhoi Su-34 Rusia. (photo Anna Zvereva via Commons Wikipedia.)

Amman, Jakartagreater – Pesawat tempur Rusia dan Suriah menggempur kota di Provinsi Idlib, yang dikuasai oposisi, pada Sabtu 8-9-2018, sehari setelah pertemuan puncak presiden Turki, Rusia dan Iran gagal menyepakati gencatan senjata, yang akan mencegah serangan dukungan Rusia. Dirilis Antara pada Sabtu 8-9-2018.

HARUS BACA :  Presiden Ukraina Panggil Pasukan Cadangan untuk Berlatih

Saksi dan penolong mengatakan sedikit-dikitnya puluhan serangan udara menghantam sejumlah desa dan kota di bagian selatan Idlib dan kota Latamneh di bagian Utara Hama, tempat pemberontak masih berkuasa.

HARUS BACA :  Nasib Suplai S-300 Suriah, Pascakunjungan Netanyahu

Helikopter Suriah menjatuhkan bom berisi peledak di atas rumah warga di pinggiran kota Khan Sheikhoun, kata 2 warga dari kawasan di bagian Selatan Idlib. Tiga warga tewas di desa Abdeen di bagian selatan Idlib, kata sumber pertahanan sipil.

HARUS BACA :  Citra Satelit Israel Ungkap "Pabrik Rudal Iran" di Surah

Pertemuan puncak pada Jumat 7-8-2018 menitikberatkan pada operasi militer yang akan dilakukan di Idlib, benteng besar dan terakhir oposisi yang aktif di Suriah menentang Presiden Bashar al-Assad.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mendesak gencatan senjata dalam pertemuan puncak tersebut tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan gencatan senjata tak berarti karena tidak melibatkan kelompok-kelompok militan Islamis penentang Bashar dan sekutunya yang disebut teroris.

HARUS BACA :  Thailand Conducts Deck Landing Trials of H145M Helicopter on LPD

Teheran dan Moskow telah membantu Bashar membalik arah perang melawan para penentang mulai dari para pemberontak dukungan Barat hingga para militan Islamis, sementara itu Turki merupakan pendukung oposisi terkemuka dan memiliki tentara di negara tersebut.

HARUS BACA :  Vietnam Ekspor Radar Peringatan Dini ke Laos

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkhawatirkan serangan berskala penuh menyebabkan bencana kemanusiaan, yang melibatkan puluhan ribu warga.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here