Kirim S-300, AS Tuduh Rusia Lindungi Rezim Suriah dan Iran

Militer.or.id – Kirim S-300, AS Tuduh Rusia Lindungi Rezim Suriah dan Iran.

Sistem rudal pertahanan udara S-300 tiba di Suriah © Militer.or.id via Youtube

Militer.or.id – Rusia telah menyelesaikan pengiriman sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah pekan ini, setelah penghancuran secara tidak sengaja sebuah pesawat pengintai militer Il-20 Rusia oleh pertahanan udara Suriah yang menanggapi serangan udara Israel bulan lalu, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Komandan CENTCOM AS, Jenderal Joseph Votel, penanggungjawab atas pasukan AS di Timur Tengah, telah mengkonfirmasi bahwa Rusia telah menyelesaikan pengiriman sistem rudal S-300 ke Suriah.

“Kami yakin bahwa sistem itu telah dipindahkan ke Suriah”, kata Votel, berbicara kepada wartawan di Pentagon pada hari Kamis. “Saya tidak akan berkomentar tentang lokasi tertentu atau hal-hal seperti itu”, tambahnya.

Menyebut bahwa penempatan S-300 sebagai “eskalasi yang tidak perlu”, sang jenderal pun menyarankan bahwa keputusan Rusia mungkin respon spontan terhadap jatuhnya pesawat mereka di Suriah beberapa minggu yang lalu.

HARUS BACA :  Sistem Artileri Roket Rusia Akan Sepenuhnya Otomatis
HARUS BACA :  China Tunjuk Utusan Baru untuk Masalah Korea Utara

Rusia telah mengerahkan 49 komponen terkait dengan sistem S-300, termasuk radar, kendaraan pengendali dan empat peluncur pada hari Selasa. Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan jatuhnya pesawat kepada Tel Aviv, menuduh pesawat tempur Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai tameng terhadap rudal Suriah, serta bersumpah untuk memperkuat pertahanan udara Suriah dan mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan personil militer Rusia di Suriah.

HARUS BACA :  Presiden Donald Trump Akan Tambah Sanksi Korea Utara

Menurut Votel, penempatan S-300 “tidak ada hubungannya” dengan misi Rusia untuk mengalahkan Daesh (ISIS) dan mengklaim bahwa itu “tampaknya merupakan upaya untuk menutupi aktivitas rezim Iran dan Suriah yang kejam di Suriah”.

Iran telah mengerahkan penasihat militer ke Suriah untuk membantu Damaskus dalam operasinya melawan sekumpulan militan Negara Islam (IS), termasuk Daesh, di tahun 2013. Namun, Damaskus berulang kali menolak kehadiran pasukan tempur reguler Iran di negara itu, meskipun Israel dan Barat mengklaim sebaliknya.

HARUS BACA :  Armada Timur Terima Peralatan Simulator Kapal Selam
HARUS BACA :  Scorpene Brasil Lebih Canggih dan Berat

Dan pada akhirnya, Votel menekankan bahwa AS sangat sadar akan kemampuan S-300 dan potensi ancaman yang dapat ditimbulkannya, akan tetapi menambahkan bahwa AS akan terus beroperasi di daerah tersebut dan tetap berhati-hati dalam beroperasi guna menghindari salah perhitungan dengan Federasi Rusia.

AS belum membuat penilaian tentang kemungkinan penggelaran permanen F-35 di dan sekitar Suriah sebagai tanggapan terhadap penempatan S-300 Suriah dan rencana Iran untuk membeli sistem rudal S-400, tambah sang jenderal.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here