Runway Bandara Sultan Syarif Kasim II Jadi 2600 Meter – Militer.or.id

Runway Bandara Sultan Syarif Kasim II Jadi 2600 Meter – Militer.or.id

Militer.or.id – Runway Bandara Sultan Syarif Kasim II Jadi 2600 Meter – Militer.or.id.

ilustrasi

Pekanbaru, Jakartagreater.com  – PT Angkasapura II selaku operator di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, akan mulai melakukan uji coba landas pacu atau runway yang sudah diperpanjang hingga 2.600 meter pada 8 November 2018 mendatang.

Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Selasa 23-10-2018, mengatakan uji coba landas pacu ini sudah sangat dinantikan karena masa persiapan dan pembangunan yang sudah memakan waktu lama, yakni sekitar 2 tahun. “Setelah persiapan 2 tahun, landas pacu yang sudah diparpanjang akan dioperasikan pada tanggal 8 -11-2-18” kata Jaya Tahoma Sirait kepada Antara.

Landas pacu Bandara Pekanbaru sebelumnya hanya sepanjang 2.240 meter dan kini sudah diperpanjang jadi 2.600 meter. Apabila operasional runway baru berhasil, maka peluang Bandara internasional itu untuk bisa digunakan oleh pesawat dengan ukuran besar akan terbuka yang artinya ada potensi lebih besar untuk membuka rute tujuan baru dari dan menuju Pekanbaru.

“Semoga pada saat itu cuaca mendukung,” katanya. Bandara SSK II hingga kini masih berada pada satu area yang sama dengan Lanud Roesmin Nurjadin milik TNI AU. Bandara ini berdiri di lahan seluas sekitar 321 hektare.

Namun, di sekeliling area Bandara tersebut juga sudah banyak pembangunan perumahan, gedung beringkat dan menara telekomunikasi. Padahal, Bandara itu sebenarnya memiliki daerah pencadangan untuk pengembangan fasilitas namun terkendala karena maraknya pembangunan lainnya di luar kepentingan penerbangan.

Seringkali pembangunan disekitar Bandara tidak mematuhi aturan standar keamanan untuk penerbangan sehingga menimbulkan risiko keselamatan.

Bandara SSK II Pekanbaru merupakan bandara peninggalan Sejarah dari zaman kemerdekaan melawan penjajah Belanda dan Jepang. Saat itu disebut, landasan udara, dimana landasan tersebut masih terdiri dari tanah yang dikeraskan dan digunakan sebagai Pangkalan Militer.

Pada tahun 1960 Pemerintah mengoperasikan bandara ini menjadi bandara Perintis dan mengubah nama dari Landasan Udara menjadi Pelabuhan Udara Simpang Tiga. Nama Simpang Tiga diambil karena lokasinya berada 3 jalan persimpangan yaitu jalan menuju Kota Madya Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Berdasarkan Rapat Kepala Kantor Perwakilan Departemen Perhubungan tanggal 23 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga diganti menjadi Bandar Udara Simpang Tiga terhitung tanggal 1 September 1985.

Pada 1 April 1994 Bandar Udara Simpang Tiga bergabung dengan Manajemen yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II(Persero). Dan disebut dengan Kantor Cabang Bandar Udara Simpang Tiga Yang kelak berubah nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden No.Kep.473/OM.00/1988-AP II tgl 4 April 1998 dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 29 April 2000.

Pada tahun 2009 lalu, telah dimulai peluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh pihak PT Angkasa Pura II yang bekerjasama dengan pemerintah provinsi Riau. Peluasan ini direncanakan akan diselesaikan pada akhir 2011 dan dibangun sebagai persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012.

Pada 16 Juli 2012 lalu, manajemen PT Angkasa Pura II yang juga dihadiri oleh Gubernur Riau pada saat itu HM Rusli Zainal beserta pejabat Pemda dan anggota DPRD Pemprov Riau meresmikan pengoperasian Terminal baru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Pada tahun 2013, oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bandara Sultan Syarif Kasim II dinobatkan sebagai Bandara dengan Toilet terbersih skala Nasional. Bandara Sultan Syarif Kasim II berhasil menjadi juara 1 yang mendapatkan penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Bandara Tahun 2013.

Di tahun yang sama juga Bandara yang sangat dicintai masyarakat Riau ini berhasil dianugerahi penghargaan Best Airport 2012 yang kemudian dijadikan sebagai tujuan Benchmark untuk 12 bandara lainnya yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero).

Bandara tersebut kini ada 10 maskapai nasional dan asing yang terbang menuju dan berangkat dari Kota Pekanbaru.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *