S-400 Lebih Baik Daripada Patriot – Militer.or.id

Militer.or.id – S-400 Lebih Baik Daripada Patriot – Militer.or.id.

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Russian MoD

Jakartagreater.com – Meskipun Washington mengancam untuk menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang membeli peralatan militer dari Moskow, banyak dari mereka, seperti Turki, India dan Indonesia, masih lengket dengan persenjataan Rusia, yang menandakan kualitasnya yang luar biasa.

Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Sputnik mengapa banyak negara di seluruh dunia lebih memilih untuk membeli sistem pertahanan udara S-300 dan S-400 Rusia dibanding Patriots buatan AS atau bahkan sistem Patriot PAC-3 + yang ditingkatkan. Menurutnya, tidak ada sistem pertahanan udara di dunia yang bisa mendekati sebagian besar parameter S-300 dan S-400, dirilis Sputniknews.com, Kamis, 25/10/2018.

HARUS BACA :  Scorpene Brasil Lebih Canggih dan Berat

“Semua orang mengerti bahwa tidak Patriot, bahkan versi PAC-3 +, dapat lebih baik daripada S-300, tidak berbicara tentang S-400. Tidak ada sistem yang lebih baik [daripada yang Rusia] baik oleh jangkauan efektif, atau dengan jumlah target yang dapat diserang secara bersamaan, atau dengan jumlah target yang dilacak, atau dengan kecepatan target. Dalam semua parameter tersebut, kami mengalahkan Patriot PAC-3 +, “katanya.

HARUS BACA :  Terkait Barter, Indonesia Masih Tunggu Keputusan Rusia
HARUS BACA :  Scorpene Brasil Lebih Canggih dan Berat

Fomin lebih lanjut mencatat bahwa sementara sistem Patriot dapat mencapai target dengan kecepatan hingga 2.000 meter per detik, sistem pertahanan udara Rusia dapat menembak jatuh sasaran yang terbang pada 4.700 meter per detik. Wakil menteri pertahanan menjelaskan bahwa target tersebut belum dikembangkan dan mungkin baru akan dibuat pada 2040-2050.

“Semua orang memahami ini dan dengan demikian meskipun rasa takut [sanksi] menyadari bahwa tidak ada [sistem pertahanan udara] lebih baik dari kita,” ia menyimpulkan.

HARUS BACA :  AV-8 Gempita Uji Ketahanan di Padang Pasir

Beberapa negara telah menghadapi risiko terkena sanksi AS atas kontrak mereka untuk membeli peralatan militer Rusia. Yakni, Turki dan India menghadapi ancaman seperti itu atas kontrak mereka untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Indonesia juga berisiko atas kontraknya untuk pengiriman Su-35. Kecuali negara-negara ini menerima surat pernyataan melepaskan tuntutan dari Departemen Keuangan AS, mereka dapat dikenakan sanksi di bawah the Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Indonesia Kecam Uji Coba Rudal Korea Utara

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Satgas TNI Konga 35-D/UNAMID Selesaikan Misi Perdamaian di Sudan

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here