Pasti! Reaper akan Jadi Kekuatan Drone Australia

Australia telah memilih General Atomics Aeronautical Systems Inc sebagai pemenang kompetisi untuk memasok medium altitude long endurance (MALE) remotely piloted aircraft (RPA) atau drone jarak ketinggian menengah jarak jauh untuk Angkatan Udara Australia.

Australia belum membuat pilihan apakah mereka akan menggunakan MQ-9 Reaper Block 5 yang saat ini dalam produksi untuk Angkatan Udara Amerika atau MQ-9B Skyguardian (sebelumnya dikenal sebagai Certifiable Predator B) yang sedang dikembangkan untuk Inggris.

HARUS BACA :  Amerika Alami Banyak Kecelakaan Nuklir Saat Perang Dingin, Berikut Daftarnya

Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne saat mengumumkan Jumat 17 November 2018 mengatakan bahwa 12-16 drone akan diperoleh di bawah Proyek Air 7003 Tahap 1 ADF (Armed MALE UAS) yang, dalam Buku Putih Pertahanan Australia 2016 akan menghabiskan dana US $ 730 juta hingga US$1,45 miliar (sekitar Rp10,6-Rp21,2 triliun)

Pemerintah Australia sekarang akan meminta data harga dan ketersediaan dari Amerika Serikat pada varian Reaper untuk mendukung pengambilan keputusan akuisisi. Dia mengharapkan pengiriman awal drone akan dilakukan pada periode 2020-2021 dan secara resmi memasuki layanan 2022-2023.

HARUS BACA :  Polisi Dalami Petunjuk Suar Nyasar yang Tewaskan Suporter Timnas
HARUS BACA :  Selalu Netral, Tapi Iran Tiga Kali Diinvasi dengan Brutal

“Penilaian dibuat tentang berbagai kemampuan dan Reaper adalah yang kami putuskan paling sesuai dengan kebutuhan kami,” kata Pyne sebagaimana dikutip Defense News.

“Dan daripada melalui proses tender penuh ketika kita sudah tahu bahwa ini adalah yang kita inginkan, kita mengadopsi pasokan sumber tunggal yang diizinkan di bawah [First Defense Organization] First Principles Review.”

Pesawat itu akan dioperasikan oleh Angkatan Udara Australia tetapi Menteri Pyne mengatakan belum ada keputusan yang dibuat tentang di mana mereka akan ditempatkan. Segmen kontrol darat akan berada di Pangkalan Udara Edinburgh di Australia Selatan.

HARUS BACA :  China Tak Terbendung di Timur Tengah

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here