Kasus Pertama, MQ-9A Reaper Prancis Jatuh di Niger

MQ-9 Reaper

Kementerian Pertahanan Prancis mengkonfirmasi bahwa pesawat tak berawak MQ-9A Reaper milik mereka telah jatuh di dekat Pangkalan Udara Niamey di Niger pada 17 November 2018.

Dalam pernaytaannya Kementerian Pertahanan Prancis menyebut MQ-9A Reaper jatuh sekitar pukul 01:00 (waktu Paris) di lokasi gurun terpencil dekat pangkalan udara Niamey di Niger.

“Drone jatuh di daerah gurun beberapa kilometer dari jalan, tanpa menimbulkan korban. Alasan pasti untuk kecelakaan ini tidak diketahui,” kata pernyataan tersebut.

HARUS BACA :  Ukraina Aktifkan Lagi Dua Helikopter Langka

Ini adalah kecelakaan pertama dari MQ-9A Reaper Prancis sejak mereka beroperasi dengan Angkatan Udara pada Januari 2014.  Sejak saat itu Reaper telah terbang lebih dari 23.000 jam.

Reaper, pesawat yang dikemudikan secara jarak jauh terutama dirancang untuk pengumpulan intelijen, pengawasan dan pengintaian, juga dapat melakukan dukungan udara dekat, pencarian dan penyelamatan tempur, serangan presisi, dan fungsi-fungsi penting lainnya.

HARUS BACA :  Selalu Netral, Tapi Iran Tiga Kali Diinvasi dengan Brutal

Menurut General Atomics, Reaper memiliki daya tahan lebih dari 27 jam, kecepatan 240 KTAS (knots true airspeed), dapat beroperasi hingga 50.000 kaki, dan memiliki payload 1.746 kilogram.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here