Misi Israel di Suriah Adalah Mengatasi Iran dan Hizbullah

Dua unit jet tempur F-15i Angkatan Udara Israel © Amir Cohen via Reuter

Militer.or.id – Menurut Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Iran tidak dapat memberikan persenjataan rudal presisi kepada Hizbullah karena serangan udara Israel di Suriah, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Rabu.

Kemampuan militer Iran dan Hizbullah di dekat perbatasan utara Israel jauh lebih kecil daripada yang bisa mereka lakukan karena tindakan-tindakan sukses oleh Israel, terang Kepala Staf IDF Jenderal Gadi Eisenkot dalam sebuah pernyataan hari Senin.

Jenderal tersebt mengatakan bahwa tentara Israel akan terus melawan upaya Iran untuk berakar di Suriah dan membuat rute pengiriman rudal ke Hizbullah di Lebanon.

HARUS BACA :  AS Beli Teknologi Radar AESA X-Band dari Saab – Militer.or.id

Selama perjalanannya ke perbatasan utara, Eisenkot “memuji angkatan bersenjata untuk tindakan mereka yang bertujuan mencegah konsolidasi pasukan Iran di Suriah dan upaya Iran untuk memindahkan senjata rudal presisi ke organisasi teroris Hizbullah, menurut pernyataan itu.

Jet tempur F-16i “Sufa” Angkatan Udara Israel © Tomás Del Coro via Wikimedia Commons modified by Militer.or.id

Kepala Staf IDF yang tugasnya akan berakhir pada 31 Desember, menggarisbawahi bahwa kemampuan militer Iran dan juga Hizbullah jauh dari apa yang mereka harapkan, dan ini adalah hasil dari operasi Israel yang sukses dan berkelanjutan.

“Fakta bahwa kemampuan Iran jauh dari apa yang diinginkannya adalah hasil dari kegiatan operasional intelijen kami yang sedang berlangsung”, terang Eisenkot pada hari Selasa.

Menambahkan bahwa tentara akan terus bertindak untuk membatalkan upaya-upaya untuk memindahkan senjata rudal ke Lebanon tersebut, sementara secara bersamaan menjaga keamanan jangka panjang di perbatasan utara.

Sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 buatan Rusia

Tel Aviv mengakui bahwa IDF telah melakukan 200 pemboman di Suriah selama kurun waktu dua tahun terakhir dan mengatakan siap untuk melanjutkan operasinya, meskipun ada penguatan pertahanan udara Suriah dengan sistem rudal S-300 Rusia.

HARUS BACA :  Indonesia Butuh 28 Tahun, untuk Ikut Skenario Pitch Black
HARUS BACA :  Pilot Irak Tewas, Kecelakaan F-16 di Arizona

Sistem itu dikirim ke Suriah sebagai tanggapan atas jatuhnya pesawat Il-20 Rusia oleh sistem rudal S-200 Suriah yang menembaki jet-jet tempur Israel, yang dituduhkan oleh Moskow pada Tel Aviv.

Sistem rudal permukaan-ke-udara S-200 “Vega”

Pada hari Selasa, komite pemeriksaan menyetujui pencalonan Mayjen Amarzhivi untuk posisi Kepala Staf IDF yang baru, menurut laporan Times of Israel. Dia diharapkan untuk mulai bertugas pada awal tahun depan.

HARUS BACA :  Laksamana Ade Supandi Sambut Kapal Selam KRI Nagapasa
HARUS BACA :  Laksamana Ade Supandi Sambut Kapal Selam KRI Nagapasa

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengundurkan diri pekan lalu, tak lama setelah serangan Israel yang melibatkan pemboman berat dan operasi pasukan khusus di Jalur Gaza. Lieberman menunjuk Kochavi sebagai penerus Eisenkot.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here