Polisi Selidiki Motif Penembakan Massal di Bar California

0
185

ilustrasi: Pistol Glock. (Smarterlam via commons.wikimedia.org)

Los Angeles, Militer.or.id  –  Polisi mengatakan pada Selasa 27-11-2018 mereka masih belum memiliki petunjuk mengenai motif apa yang mendorong pembunuhan 12 orang oleh seorang mantan anggota marinir Amerika Serikat, dirilis Antara, pada Selasa 27-11-2018.

Peristiwa itu terjadi di “Borderline Bar and Grill” pada 7-11-2018 di Thousand Oaks, California. Sherif Ventura County Bill Ayub mengatakan pria bersenjata itu, yang bunuh diri ketika polisi mendekat dalam penembakan tersebut, tak tampak sebagai seorang yang radikal dan tak meninggalkan pernyataan tertulis sebelum melakukan aksinya.

“Kami belum memiliki petunjuk untuk menentukan motif tersangka hari ini,” kata Ayub dalam jumpa pers untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai penyidikan atas pembunuhan massal tersebut.

HARUS BACA :  8 Wanita Terkenal Yang Tidak Diduga Pernah Menjadi Militer

Para penyidik mengatakan bahwa Ian David Long, 28 tahun, bertindak sendirian ketika ia masuk ke bar itu, yang pada saat kejadian dipadati para mahasiswa perguruan tinggi, dan segera melepaskan tembakan, tampaknya sembarangan, dengan senjata Glock kaliber 45.

Sersan Ron Helus dari kantor sherif Ventura County termasuk di antara korban tewas. Helus ditembak oleh Long dari satu posisi yang dia ambil di belakang bar itu. Long berpangkat terakhir kopral saat berdinas di Marinir AS pada 2008-2013. Ketika bertugas di Afghanistan, dia bertugas sebagai penembak senjata mesin.

HARUS BACA :  Satgas Yonif PR 501 Terima Kunjungan Papua New Giunea Defense Force

Ayub, yang mengambil alih tugas sebagai penegak hukum tertinggi di Ventura County, mengatakan Long membeli senjata Glock secara sah di satu toko senjata dekat Simi Valley, tetapi membawa magasin amunisi kapasitas tinggi yang dilarang berdasarkan hukum California.

Sherif mengatakan para penyidik berusaha menentukan bagaimana Long memperoleh magasin itu, “walaupun mudah dibeli di negara bagian lain.” Menurut dia, masih ada lima peluru lagi ditemukan di senjata itu saat Long tewas.

Long juga melempar bom api di bar itu hingga menimbulkan kepanikan serta menusuk salah seorang korbannya di bagian leher dengan pisau lipat. Sedikitnya delapan penegak hukum yang sedang tak bertugas berada di bar itu pada saat penembakan terjadi, tetapi tak satupun membalas tembakan Long, ujar Ayub.

HARUS BACA :  Pembekalan untuk 850 Peacekeepers Misi PBB

Semua 12 korban tewas menderita luka-luka akibat tembakan, kata Dr. Christopher Young, pemeriksa dari Medis Ventura County. Ia menambahkan bahwa tak satu pun dari para korban tersebut yang terkena tembakan para penegak hukum.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here