F-4 Phantom II Jepang Segera Pensiun


F-4EJ (Kai) Phantom dari Skuadron 301 Hikotai (foto : Common Wikipedia)

Jepang bersiap-siap untuk menarik pesawat tempur F-4 Phantom II dari arsenalnya dan mengganti dengan pesawat tempur generasi 5 buatan AS.

Satu skuadron Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF ) yang mengoperasikan pesawat tempur Mitsubishi F-4EJ Phantom II akan diganti dengan pesawat siluman F-35A pada awal tahun 2019, Skuadron kedua akan mengganti pada tahun berikutnya, sedangkan skuadron ketiga akan menggantinya pada tahun yang sama.

Penggantian dengan pesawat tempur siluman F-35A mengakhiri pengabdian “si hantu udara” di militer Jepang selama 48 tahun ini.

HARUS BACA :  Su-34 Rusia Hancurkan 12 truk ISIS

Untuk menandai pensiunnya Phantom yang memperkuat Skuadron 302, diadakan pertunjukan udara di markas JASDF di Hyakuri, prefektur Ibaraki, sebelah utara ibukota Jepang, Tokyo, pada 2 Desember. Dua unit jet yang dicat dengan tanda peringatan menjadi pusat perhatian. Hyakuri adalah markas bagi ketiga skuadron Phantom Jepang.

Perusahaan Mitsubishi Jepang total membangun 138 unit dari 140 F-4EJ Jepang di bawah lisensi dari perusahaan kedirgantaraan McDonnell Douglas antara tahun 1971 dan 1981. Phantom F-4EJ sangat mirip dengan F-4E yang digunakan oleh Amerika Serikat pada waktu itu, meskipun untuk versi Jepang menghapus kemampuan pengisian bahan bakar di udara dan kemampuan serangan darat untuk menyesuaikan dengan postur pertahanan Jepang

HARUS BACA :  Kasum TNI Terima Kunjungan Menmud Pertahanan Inggris
HARUS BACA :  Thailand’s First Win for Malaysia

Program upgrade pada tahun 1980-an menambahkan kemampuan serangan darat dengan persenjataan rudal anti kapal, bom dan roket. Radar baru yang ringan disempurnakan juga dipasang bersama dengan peningkatan avionik.

Kurang dari 100 unit Phantom ditingkatkan yang kemudian dikenal sebagai F-4EJ Kai (Improved) dalam layanan Angkatan Udara Bela Diri Jepang.

Jepang juga mengakuisisi 14 unit RF-4E yang dibangun oleh McDonnell Douglas yang memiliki kemampuan pengintaian, juga 17 unit F-4EJ yang dimodifikasi ke standar RF-4EJ, yang mampu membawa berbagai perangkat pengintaian eksternal, membentuk skuadron Phantom ketiga Jepang di Hyakuri.

HARUS BACA :  Tim dan Alutsista Demo Tempur Laut Koarmatim Telah Tiba

Jepang nantinya akan menggunakan 42 pesawat siluman F-35A untuk menggantikan Phantom, dengan pelatihan pilot pesawat generasi kelima di Pangkalan Udara Misawa di utara pulau J Honshu.

Skuadron 301 dan 302 secara permanen akan dipindahkan ke Misawa setelah mengganti pesawat tempurnya dengan F-35A.

Defence News

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  Kasum TNI Terima Kunjungan Menmud Pertahanan Inggris

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Indonesia Butuh Satelit dan Drone untuk Pantau Pergerakan Terorisme

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here