Erdogan: “Turki-Rusia Tak Akan Pakai Dollar Beli S-400”

0
260

Pecahan 100 dollar, mata uang Amerika Serikat © MarketWatch.com

Militer.or.id – Turki dan Rusia tidak akan menggunakan mata uang AS untuk menyegel kesepakatan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400, kata para presiden kedua negara, seperti dilansir dari laman Daily Sabah.

Berbicara dihadapan media sebelum berangkat ke KTT G-20 di Argentina pada Kamis, 29 Nopember 2018, Presiden Erdo?an mengatakan bahwa Turki akan membayar dalam mata uang rubel atau lira untuk kesepakatan S-400.

Erdogan mengatakan komposisi mata uang terakhir (lira) masih belum disetujui tetapi ia menegaskan dan mengharapkan pengiriman sistem itu akan berlangsung pada 2019.

“Kami selalu memiliki prinsip bahwa kami akan melakukan transaksi ini menggunakan uang lokal”, katanya. “Jadi pada akhirnya kami sepakati bahwa itu akan memakai rubel Rusia atau lira Turki”.

Sistem rudal S-400 Rusia menjalani pengujian vibrasi dalam berbagai kecepatan di jalan © Sergei Malgavko via TASS

Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin pun mengatakan tidak mungkin untuk menutup perjanjian dengan Turki menggunakan dolar. Presiden Rusia itu mengatakan bahwa para pemimpin kedua negara telah menyetujui opsi lain.

HARUS BACA :  Tank Armata Dapat Berperang di Mars ?

Pernyataan ini mengkritik pemerintah AS karena menggunakan dolarnya sebagai alat untuk menekan negara lain, dia mengatakan Rusia dan mitra dagangnya bekerja untuk menciptakan sistem pembayaran antar bank yang terpisah dari SWIFT.

Pada Desember 2017, Ankara setuju untuk membeli 2 (dua) S-400 buatan Rusia dalam sebuah kesepakatan senilai lebih dari $ 2 miliar. Pejabat Turki pun telah berulang kali mengatakan bahwa pembelian sistem S-400 itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan keamanan negara. Dengan pembelian S-400, Ankara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya ditengah ancaman dari PKK dan teroris Daesh di rumah dan konflik diseluruh perbatasannya di Suriah dan Irak.

HARUS BACA :  Head to Head Marinir Amerika Vs Marinir Rusia, Bagaimana Gambarannya

Ankara telah kecewa dengan sekutu NATO-nya karena kurangnya kerjasama dalam memenuhi kebutuhan pertahanannya. Pada 25 Oktober, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar mengatakan bahwa Turki akan memulai pemasangan sistem rudal anti-pesawat S-400 pada bulan Oktober 2019. Para pejabat Turki bahkan telah berulang kali menekankan pembelian S-400 adalah kesepakatan yang dilakukan dan tidak dapat dibatalkan.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here