Serangan Udara Baru Koalisi Hentikan Usaha Evakuasi Di Suriah

Serangan Udara Baru Koalisi Hentikan Usaha Evakuasi Di Suriah

MILITER.OR.ID, DAMASKUS – Serangan Udara Baru Koalisi Hentikan Usaha Evakuasi Di Suriah. Beberapa pesawat tempur koalisi melancarkan serangan udara pada kantung terakhir kekhalifahan kelompok teror bersenjata ISIS. Usaha-usaha untuk mengevakuasi warga sipil disana terhenti dan mengalami kebuntuan.

Dalam serangan tersebut, disertai juga tembakan beberpa artileri dengan menargetkan kawasan pinggiran sebuah wilayah terakhir yang dikuasai oleh ISIS, tepatnya di desa Bhagouz, Suriah Timur. Terjadi setelah satu hari berhasilnya evakuasi 2000 warga sipil dari wilayah tersebut.

Menurut Komandan Pasukan Demokrasi suriah (SDF), Serangan yang dilakukan sangat memungkinkan untuk ratusan warga sipil melakukan pelarian dari kantung ISIS, tepatnya dengan berjalan kaki. Keterangan ini didukung AS kepada VOA pada waktu beruntun. Komandan tersebut juga menyatakan bahwa sejumlah militan ISIS berhasil ditangkap dalam dalam upaya serangan tersebut.

Dilain sisi, para pejabat pasukan koalisi dan SDF memberikan pernyataan terkait dengan adanya serangan pada wilayah Suriah Timur. Mereka sangat yakin bahwa masih ada ratusan militan ISIS yang masih bertahan di Baghouz. Maka dari itu dilakukan tindakan penyerangan dan menghentikan sementara proses evakuasi.

Dalam pernyataan lain, mereka juga mengatakan bahwa kelompok ISIS sudah mulai kehabisan amunisi dan obat-obatan. Tapi ada pula pengakuan bahwa mereka memerlukan beberapa hari lagi untuk bisa masuk pada wilayah tersebut. Tujuannya ialah untuk melakukan antisipasi terhadap adanya serangan yang dilakukan oleh pihak ISIS.

Demikianlah laporan Berita Militer Terbaru yang bisa militer.or.id sampaikan.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *