MILITER.OR.ID, SOCHI – Putin Sebut Misil AS Tidak Diterima Di Eropa. Diungkap oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, beliau percaya bahwa negara-negara di Eropa sejatinya menolak penempatan rudal Amerika Serikat (AS) di perbatasan mereka. Tapi menurut Putin mereka masih terlalu takut untuk mengatakan hal tersebut pada Washington. Bahkan didapat dari keterangan lebih lanjut, Putin juga menuding AS telah melakukan pelanggaran kedaulatan para sekutunya.

“Apakah Anda pikir salah satu negara Eropa menginginkan rudal jarak menengah AS dikerahkan di Eropa? Tidak ada yang menginginkan ini, tetapi mereka memilih untuk tetap diam,” ucap Putin.

“Di mana kedaulatan mereka?” imbuhnya seperti dilansir dari Newsweek, Sabtu (16/2/2019).

Putin dalam hal ini membandingkan Uni Eropa dengan Uni Soviet. Menurut dia keputusan yang diambil untuk negara-negara Eropa di Brussels, tidak jauh beda dengan cara politbro komunis dalam mengambil suatu keputusan untuk 15 negara anggota Republik Soviet. Dia menganggap bahwa tidak ada negara yang memang benar merasakan kemerdekaan.

“Negara yang benar-benar merdeka tidak ada,” ungkap Putin.

Sementara dari laporan lain, Pemerintah AS baru-baru ini mengeluarkan pengumuman akan meninggalkan perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF) dalam 180 hari apabila Rusia tidak patuh. AS dan para sekutunya di Eropa telah berulang kali menuduh Moskow melanggar perjanjian tersebut, dengan pelarangan peluncuran semua rudal balistik jangkauan sekitar 300 hingga 3.500 mil. Dalam tuduhan tersebut, Moskow masih bersikeras bahwa mereka tidak melakukan suatu pelanggaran.

Demikian Laporan Berita Militer Dunia yang bisa militer.or.id sampaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here