China Meningkatkan Tekanan Militer Terhadap Taiwan

MILITER.OR.ID, BEIJING – China Meningkatkan Tekanan Militer Terhadap Taiwan. Dilansir dariVOA hari Senin (25/2/2019), China akan meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan tekanan lain terhadap Taiwan supaya memenuhi permintaan Presiden Xi Jinping pada Januari lalu. Dikatakatn oleh seorang pembuat kebijakan China di Taipei, Hal ini dilakukan supaya kedua pihak bersatu.

Menurut data Dewan Urusan Daratan, saat ini China masih mengklaim kedaulatannya atas Taiwan, namun pulau tersebut bangga dengan pemerintahannya sendiri, serta 83 persen orang taiwan senang akan hal tersebut.

HARUS BACA :  Kim Jong Un Periksa Komando Pasukan Strategis

Sedangkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang terpilih pada tahun 2016 lalu menolak syarat Beijing untuk berdialog bahwa kedua pihak menganggap diri masing-masing sebagai bagian dari satu China. Beijing memberikan tanggapan dengan memutus dialog, mengerahkan pesawat-pesawat militernya melintasi wilayah udara Taiwan serta armada kapal induknya melintasi Selat Taiwan. Tepatnya tahun lalu, Beijing meluncurkan setidaknya 31 insentif untuk memikat orang Taiwan agar bekerja, belajar, dan berinvestasi.

HARUS BACA :  India Mengirim Su-30MKI pada Pitch Black 2018

Pada 2 januari lalu terdapat pernyataan yang disiarkan langsung melalui internet, Xi menyampaikan kedua pihak harus mengupayakan model unifikasi “satu negara, dua sistem” yang telah diterapkan pemerintahnya terhadap Hongkong pada tahun 1997. China mengungkap bahwa tahun tersebut telah memberikan otonomi lokal kepada bekas koloni Inggris. Dalam hal ini Xi juga menyampaikan bahwa China tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan, bila perlu supaya Taiwan bersatu.

HARUS BACA :  China-Filipina Rancang Protokol Hindari Salah Perhitungan di Laut
HARUS BACA :  Mirage 2000N Pensiun Setelah 30 Tahun Mengabdi

Opsisi utama Partai Nasionalis dalam pernyataannya hari senin mengatakan, pihaknya telah membuka “pusat layanan dialog kota lintas-selat” bagi walikota dan pimpinan daerah yang menginginkan hubungan dengan China. Hal ini karena “Dialog antara pemerintah China daratan dan taiwan kini terhenti.”

Demikianlah Berita Militer Internasional yang bisa militer.or.id laporkan.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  5 Kapal Perang Rusia Yang Paling Ditakuti AS dan NATO – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Uji Tembak S-400 Hajar 8 Rudal