Teknologi Gripen 100% Buatan Swedia, Mitos Atau Fakta?

Swedia memulai pengembangan Gripen pada tahun 1979 sebagai pesawat tempur pengganti J-35 Draken dan J-37A Viggen yang keduanya juga merupakan pesawat tempur buatan dalam negeri Swedia. Kebutuhan dasar Swedia adalah pesawat tempur berkecepatan Mach 2 yang mampu beroperasi dari landasan pendek dan spartan.

Teknologi Gripen 100% Buatan Swedia, Mitos Atau Fakta?
Teknologi Gripen 100% Buatan Swedia, Mitos Atau Fakta?

Dalam doktrin sistem pertahanan rakyat semesta Swedia, jikalau terjadi invasi terhadap tanah air Swedia, Angkatan Udara Swedia akan menyebarkan seluruh pesawat tempurnya dari pangkalan udara ke landasan darurat yang tersebar diseluruh negara. Dan dari sana, pesawat pesawat ini akan melakukan serangan gerilya udara terhadap sasaran sasaran musuh.

HARUS BACA :  AS, Swedia dan Italia Ikut Tender Jet Tempur Bulgaria

Landasan darurat ini sebagian besar mmerupakan jaringan jalan raya biasa yang minimal mempunyai bentang lurus sepanjang 800 meter dan mempunyai lebar badan jalan minimal 10 meter. Sembarang jalan dua lajur di Swedia bisa memenuhi syarat lebar ini. Dalam doktrin yang sama, setiap pesawat tempur juga harus bisa beroperasi dengan layanan ground service yang minimal dan terbatas.

HARUS BACA :  Ruag Aviation Eyes RTN Do-228 Upgrade

Dari doktrin sistem pertahanan rakyat semesta Swedia inilah pesawat tempur Gripen muncul dengan spesifikasi bertempat duduk tunggal, bermesin tunggal, memiliki canard dan lincah. Gripen versi awal ditenagai oleh sebuah mesin rakitan dalam negeri Volvo-Flygmotor RM12 yang aslinya merupakan lisensi dari mesin buatan Amerika General Electric F404-GE-400. Mesin yang sama dengan mesin F/A-18 yang ditenagai oleh 2 mesin tersebut.

HARUS BACA :  Amerika Ubah Timur Tengah Jadi Tong Mesiu
HARUS BACA :  New Government Can Scrap Sub Plan, Says Wissanu

Jadi, adalah mitos bahwa Swedia mengembangkan Gripen dengan 100 persen teknologi sendiri. Banyak teknologi lain seperti mesin, radar dan lainnya yang diambil dari produk jadi asal negara lainnya. Hal ini dilakukan agar biaya pengembangan dan pembuatan Gripen tidak melonjak tinggi karena harus meneliti teknologi teknologi baru yang sebenarnya orang lain sudah punya. [Bersambung Ke Halaman Berikut]

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

2 Comments

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here