Pesawat N219 Terus Diuji Coba Sampai 2018

12 Agustus 2017

Pesawat N219 dalam uji terbang (photo : IMF) 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — PT Dirgantara Indonesia (DI) tengah mengembangkan pesawat N219. Rencananya pesawat ini akan dipasarkan secara massal yang dapat beroperasi di daerah penerbangan perintis.

Kepala Program N219 Budi Sampurno mengatakan, hingga kini pesawat N219 masih dalam serangkaian tahap ujicoba. Untuk memastikan kesiapan seluruh sistem dan fisik sebelum benar-benar siap dipasarkan.

“N219 sudah menjalani serangkaian uji seluruh sistem dan struktur sejak tahun 2016. Tujuannya untuk memastikan pesawat bisa take off , terbang dan landing dengan aman,” katanya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (11/8).

Budi mengatakan tahap ujicoba ini diperkirakan bahkan sampai tahun 2018. Dengan fokus uji terbang pesawat penerus N250 yang juga diproduksi PTDI ini.

“Setelah ini sampai pertengahan tahun depan akan dilakukan serangkaian uji terbang untuk mendapatkan data-data aerodynamic,” ujarnya.

Pesawat N219 persiapan untuk terbang (photo : PTDI)

Menurutnya, pengujian pesawat memang membutuhkan waktu. Sebab harus melengengkapi segala persyaratan dengan tes yang banyak untuk benar-benar memastikan kelayakan.

Oleh karenanya, ujicoba N219 masih akan terus disempurnakan hingga tahun depan. Ia berharap pesawat N219 bisa menjadi karya anak bangsa yang sempurna dan bersaing hingga kancah internasional.

“Semua uji coba dilakukan untuk memenuhi persyaratan atau untuk membuktikan bahwa pesawat N219 ini “safe dan airwhorty” berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia (CASR 23 kategori commuter). Makanya memakan dan memerlukan waktu lama,” jelasnya.

Pesawat ini bisa menampung 19 orang ini dirancang untuk bisa mendarat di landas pacu relatif pendek antara 500-600 meter. Jika mendesak, pesawat ini bahkan bisa didaratkan di jalan raya. Pesawat N-219 telah dipamerkan kepada masyarakat, banyak perusahaan asal Benua Afrika yang siap untuk membeli pesawat itu. Bahkan, ada salah satu perusahaan asal Nigeria yang menawarkan proses assembling dilakukan di negaranya.

(Republika)

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Iran-Rusia Dukung Keutuhan Irak

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  TNI AU dan RAAF Sepakat Tingkatkan Kerja Sama