Militer.or.id – Langkah Jitu Proses Pembelian Su-35 Indonesia.

Pembelian 11 Pesawat Tempur Su-35 dari Rusia dengan imbal beli berbagai komoditas Indonesia (Vitaly V Kuzmin).

Jambi – Akademisi Universitas Jambi Prof Amri Amir menilai, kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Rusia terkait imbal beli berbagai komoditas dari Indonesia dengan 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia, akan memberikan dampak positif terhadap perdagangan.

“Tentu kesepakatan ini baik dan nantinya akan meningkatkan kinerja ekspor komoditas sebab ada pangsa pasar yang baru,” ujarnya, Kamis 24-8-2017 di Jambi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi ini juga mengapresiasi langkah pemerintah yang meyakinkan Rusia bahwa produk komoditas minyak kelapa sawit kepunyaan Indonesia higienis sehingga bisa memberi kepercayaan imbal beli tersebut.

“Sebab selama ini juga berimbas pada kampanye negatif penggunaan minyak sawit di Uni Eropa dan Amerika Serikat, termasuk terhadap resolusi parlemen Eropa dan Norwegia,” ujar Prof Amri Amir yang juga Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Jambi.

Dengan adanya kesepakatan itu juga diharapkan bisa memberikan dampak yang positif untuk Provinsi Jambi, sebab Provinsi ini salah satu Provinsi terbesar penghasil komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan karet.

Melalui kesepakatan tersebut harus bisa memberikan dampak terhadap petani kelapa sawit dan karet, sehingga jangan sampai harga komoditas ditingkat petani menjadi tertekan.

“Komoditas minyak kelapa sawit dan karet telah menjadi komoditas unggulan Jambi, dan selama ini harga kedua komoditas tersebut mengalami tekanan, jadi dengan ada pasar baru maka petani juga harus mendapatkan harga jual yang lebih baik,” ujar Prof Amri Amir.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Provinsi Jambi mencatat produk crude palm oil (CPO) setiap tahunnya yang dihasilkan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Jambi bisa mencapai 2,1 juta ton.

Sedangkan rata-rata CPO Jambi dan turunannya yang diekspor melalui Pelabuhan Dumai dapat mencapai 1,3 juta ton.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melaksanakan imbal beli pengadaan senilai 1,14 miliar dolar AS dengan barter berbagai komoditas dari Indonesia yang akan diekspor ke Rusia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, menyampaikan kedua negara menunjuk Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli antara pesawat sukhoi dengan berbagai komoditas dari Indonesia. Seperti olahan karet, furnitur dan minyak kelapa sawit serta turunannya tersebut. Antara, 24-8-2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here