Tidak Ada Yang Bisa Hentikan Latihan Udara Jarak Jauh

0
640

Militer.or.id – Tidak Ada Yang Bisa Hentikan Latihan Udara Jarak Jauh.

Bomber H-6 China Usung Rudal Jelajah KD-20 (sina.com.cn)

Beijing – Tidak akan ada gangguan atau pencegatan pesawat yang dapat menghentikan latihan jarak jauh Angkatan Udara China, kata kementerian pertahanan yang mengumumkan sesi latihan yang membuat Taiwan dan Jepang siaga.

Kementerian Pertahanan China menjelaskan bahwa Angkatan Udaranya melaksanakan latihan jarak jauh lebih lanjut pada hari Kamis 23-8-2017 tanpa memberikan rincian mengenai di mana kegiatan itu dilaksanakan. Jepang mengatakan prihatin dengan pesawat pembom China yang terbang mendekati wilayahnya.

Latihan “normal” semacam itu sesuai dengan hukum dan praktik internasional dan adalah bagian dari kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan tempur dan memperkuat militer, jelas Kementerian Pertahanan China.

HARUS BACA :  Angkatan Laut Rusia Akan Terima Drone Nuklir Poseidon Tahun 2027

“Tidak masalah penghalang apa pun, Angkatan Udara China akan melaksanakan seperti sebelumnya. Tidak perduli siapa yang membayangi penerbangan kami, AU China akan banyak melaksanakan penerbangan seperti biasa!” ujar kementerian menambahkan, mengutip juru bicara Angkatan Udara.

Pemerintah Jepang mengatakan 6 pembom China terbang dari Laut China Timur pada Kamis 23-8-2017 melewati pulau-pulaunya dalam perjalanan ke Samudra Pasifik.

“Ini adalah pertama kalinya kami mencatat pesawat tempur militer China yang terbang melintasi rute ini,” tutur Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera dalam sebuah konferensi pers reguler pada hari Jumat 25-8-2017. “Kami menyatakan keprihatinan melalui jalur diplomatik,” kata Onodera menambahkan.

Bomber H-6 China Usung Rudal Jelajah KD-20 (sina.com.cn)

Latihan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini sebagian besar berfokus pada penerbangan di dekat Taiwan yang diklaim oleh China sebagai bagian wilayahnya, dan di jajaran kepulauan Selatan Jepang di sebelah Utara Taiwan.

HARUS BACA :  Satgas Port Visit 2018 Tiba di Dermaga Chuk Samet Port Thailand

Militer Taiwan mengatakan pada awal bulan ini keadaan siaga tinggi setelah 3 hari latihan oleh Angkatan Udara China di dekat teritorialnya. China semakin menegaskan dirinya dalam sengketa teritorial di Laut China Selatan dan Timur. Latihan ini atas kekhawatiran akan Taiwan, yang ditakutkan oleh pemerintah China mereka akan memerdekakan diri.

Beijing tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan yang berpendirian demokratis di bawah kendalinya, dan sudah memperingatkan bahwa setiap langkah menuju kemerdekaan formal dapat memicu sebuah respon bersenjata.

Bomber H-6 China Usung Rudal Jelajah KD-20 (sina.com.cn)

China berada di tengah program modernisasi militer yang ambisius, termasuk membangun kapal induk dan mengembangkan jet tempur siluman untuk memberikan kemampuan proyeksi kekuatan jarak jauh dari daratannya.

HARUS BACA :  Praseleksi Calon Pasukan Perdamaian PBB

Taiwan dipersenjatai dengan persenjataan Amerika Serikat, tetapi mereka menekan Washington untuk menjual peralatan berteknologi tinggi demi menggentarkan China. Antara/Reuters, 25-8-2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here