Kerupuk Tidak Masuk Komoditas Barter Sukhoi 35

Militer.or.id – Kerupuk Tidak Masuk Komoditas Barter Sukhoi 35.

Jet Tempur Su-35 (photo : Vitaly V. Kuzmin)

Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, panganan kerupuk tidak termasuk ke dalam komoditas yang akan dibarter dengan pesawat Sukhoi Su-35 dari Rusia.

“Tidak. Saya bilang daftarnya banyak seperti crumb rubber (karet olahan), Crude Palm Oil (CPO), kopi, teh, bahan makanan,” ujar Enggartiasto, Rabu 30-8-2017 di Jakarta, kepada Kompas.com.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sedang menunggu keputusan Rusia yang membahas secara internal terkait barter 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan komoditas nasional Indonesia.

HARUS BACA :  Angkatan Darat India Masih Belum Yakin dengan Rudal Anti Tank NAG

“Kita beri kesempatan untuk membahas di internal mereka,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dirilis Antara, 28/8/2017.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia dan Rusia telah sepakat untuk melakukan imbal beli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional.

Barter itu terjadi setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Dalam nota kesepahaman yang telah disepakati, Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor Indonesia, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, ikan olahan, alas kaki, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

HARUS BACA :  Pangdam Jaya Tinjau Pemeliharaan Sungai-Situ di Bekasi dan Depok

Pola kerja sama dagang serupa itu telah diatur dalam UU Industri Pertahanan, selain juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2014 tentang Mekanisme Imbal Dagang dalam Pengadaan Alat peralatan Pertahanan dan Keamanan dari Luar Negeri.

Menteri Perdagangan meminta agar Pemerintah Rusia tidak melirik impor minyak kelapa sawit (CPO) dari negara selain Indonesia sebagai imbal dagang pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 senilai 1,14 miliar dolar Amerika Serikat.

HARUS BACA :  Polri Minta KKB di Mimika Izinkan Warga Terima Bantuan

Pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia senilai 1,14 miliar dolar AS memberikan potensi ekspor ke Rusia bagi Indonesia sebesar 50 persen dari pembelian tersebut atau senilai 570 juta dolar AS.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here