Rodrigo Duterte ajak Indonesia dan Malaysia Bentuk Pasukan Khusus

Militer.or.id – Rodrigo Duterte ajak Indonesia dan Malaysia Bentuk Pasukan Khusus.

Rodrigo Duterte, left, talks with his Indonesian counterpart Joko Widodo (AP)
Rodrigo Duterte, left, talks with his Indonesian counterpart Joko Widodo (AP)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kemarin mengatakan dia akan berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk membentuk pasukan khusus memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

HARUS BACA :  Rusia Kembangkan Baju Tempur Generasi Baru

Duterte bahkan menyatakan bersedia membuka perbatasan kepada pasukan Indonesia dan Malaysia untuk memburu para militan. Dia berencana bertemu Joko Widodo dan Najib Razak untuk membahas masalah ini.

“Kita sudah sepakat akan membahas hal ini, hanya kami bertiga. Kami masih menunggu waktu yang tepat,” kata dia kepada wartawan, seperti dilansir laman ABS CBN News, Senin (4/9).

HARUS BACA :  U.S. to Sign MOU with Australia for MQ-4C Triton

Ketika ditanya apa yang akan dibahas, Duterte menjawab,”Kemungkinan pasukan khusus gabungan dan saya akan membuka perbatasan bagi otoritas Malaysia dan Indonesia. Mereka akan diberi akses.”

Ketiga negara di Asia Tenggara ini sebelumnya sudah sepakat akan mengerahkan pesawat pengintai dan pesawat tanpa awak (drone) untuk memantau pergerakan kelompok militan di perbatasan.

Juni lalu ketiga negara setuju bekerjasama dengan intelijen dan memblokir transaksi keuangan kelompok militan.

HARUS BACA :  Rusia Tampilkan Rudal Jelajah yang Ditembak di Suriah

Duterte memberi sinyal pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Najib akan berlangsung setelah pasukannya membebaskan Kota Marawi dari para militan ISIS.

Selama lebih dari seratus hari konflik di Marawi korban tewas tercatat 600 militan, 45 warga sipil, dan 136 polisi serta tentara Filipina.

Sumber : Merdeka

INTERNATIONAL
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here