Pendapat Pemimpin Dunia Terbelah Soal Sanksi Korea Utara

Militer.or.id – Pendapat Pemimpin Dunia Terbelah Soal Sanksi Korea Utara.

Rudal Korea Utara (KCNA)

Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, membahas peningkatan tekanan dan sanksi bagi Korea Utara, ujar kantor kepresidenan Prancis, pada Sabtu, 9-9-2017.

Ketiga pemimpin menekankan keperluan sebuah reaksi yang “terpadu dan tegas” dari masyarakat internasional kepada Pyongyang, menurut Macron.

Korea Selatan pada Sabtu 9-9-2017 melakukan persiapan untuk kembali menghadapi uji coba peluru kendali Korea Utara, karena negara itu akan merayakan ulang tahunnya, hanya beberapa hari setelah uji coba nuklir keenam dan terbesar yang menggoyang pasar uang global serta makin meningkatkan ketegangan di kawasan. Pada pekan lalu Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman dunia internasional.

HARUS BACA :  USAF Usulkan Ganti F-22 dengan 3 Skadron F-35 di Tyndall – Militer.or.id

Kepresidenan Prancis mengatakan “provokasi berulang Korea Utara” merupakan “ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional”. Macron mengatakan telah mengekspresikan “solidaritas” Prancis terhadap Jepang.

Ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat seiring pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah meningkatkan pengembangan senjata, menguji serangkaian rudal tahun ini, termasuk yang terbang di atas Jepang.

Para ahli percaya bahwa pemerintah Pyongyang hampir mencapai tujuannya untuk mengembangkan senjata nuklir yang kuat yang mampu mencapai Amerika Serikat, sesuatu yang telah dijanjikan Trump untuk dicegah.

HARUS BACA :  Bangun Kapal Selam Nuklir, Korsel Lirik Desain Prancis

Amerika Serikat telah meminta pemungutan suara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin untuk menjatuhkan sanksi baru yang keras terhadap Korea Utara meskipun ada perlawanan dari China dan Rusia.

HARUS BACA :  Latihan Rhino Ausindo 2018 Yonif MR 411 Kostrad

Washington telah mempresentasikan sebuah rancangan resolusi PBB yang meminta embargo minyak ke Korea Utara, membekukan aset Kim Jong-Un, larangan penjualan tekstil dan penghentian pembayaran pekerja tamu Korea Utara.

Sumber diplomatik mengatakan Rusia dan China menentang tindakan tersebut secara keseluruhan, kecuali larangan tekstil, dalam sebuah pertemuan para ahli 8/9/2017.

“Malam ini 9/9/2017, Amerika Serikat menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka bermaksud untuk mengadakan sebuah pertemuan untuk memberikan suara pada sebuah rancangan resolusi untuk menetapkan sanksi tambahan terhadap Korea Utara pada hari Senin, 11 September,” sebuah pernyataan dari misi AS ke PBB.

HARUS BACA :  Kelahiran Kapal Selam Ini Sempat Membuat NATO Gentar

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya mengatakan terlalu dini untuk membicarakan pemungutan suara di Dewan Keamanan mengenai sanksi baru Korea Utara, dengan mengatakan bahwa ada tekanan yang harus diimbangi dengan memulai kembali perundingan.

“Seiring dengan tekanan pada rezim Korea Utara untuk mendorongnya agar meninggalkan provokasi dalam program nuklir dan misilnya, perlu menekankan dan meningkatkan upaya untuk melanjutkan proses politik,” kata Lavrov.

HARUS BACA :  USAF Usulkan Ganti F-22 dengan 3 Skadron F-35 di Tyndall – Militer.or.id

Banyaknya sanksi yang diusulkan ini, akan menjadi yang terberat yang pernah dikenakan kepada Korea Utara dan berusaha untuk menghukum Pyongyang karena uji coba nuklir keenam dan terbesarnya. (reuters).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here