Indonesia Inginkan Turki Bangun Pabrik Alutsista di Tanah Air – Militer.or.id

Militer.or.id – Indonesia Inginkan Turki Bangun Pabrik Alutsista di Tanah Air – Militer.or.id.

U-214 Jerman

Jakarta – TNI berperan serta menentukan kebutuhan jenis alutsista dan spesifikasinya ketika kerja sama pengembangan industri pertahanan dilakukan dengan negara lain.

Adapun proses kerja sama antar negara tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Perdagangan dengan pihak negara terkait.

“Kita yang menentukan spesifikasi alutsista dan standarnya,” ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Jumat, 8/9/2017 usai upacara pembukaan Perlombaan Piala Panglima TNI di Cilangkap, Jakarta, dirilis Anadolu Agency, 8/9/2017.

HARUS BACA :  Indo Defense 2018: Honeywell Coba Penuhi Kebutuhan Konektivitas Indonesia

Salah satu kerja sama pengembangan industri pertahanan antar negara tersebut dilakukan Indonesia dengan Turki. Wakil Menteri Industri Pertahanan Turki Ismail Demir berkoordinasi dengan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Sutrimo Sumarlan, Rabu 6/9/2017 lalu, di Jakarta.

Kesepakatan yang sedang berjalan adalah pembuatan prototipe medium tank, hasil joint venture antara produsen alutsista Indonesia PT Pindad dengan FNSS Savunma Sistemleri Turki sejak 2015 lalu. Sedang produksinya dilakukan oleh masing-masing negara.

HARUS BACA :  Jepang Mengembangkan Railgun Elektromagnet - Militer.or.id
HARUS BACA :  Jepang Mengembangkan Railgun Elektromagnet - Militer.or.id

Di Turki, prototipe ini telah rampung dengan nama Kaplan MT dan telah diluncurkan di Ankara beberapa waktu lalu. Bahkan, Kaplan MT juga dipamerkan di 13th International Defense Industry Fair (IDEF’17) di Istanbul, Mei lalu.

Sementara di Indonesia, prototipe ini akan diluncurkan 5 Oktober mendatang pada HUT TNI di Cilegon, Banten.

Berikutnya, kerja sama industri pertahanan kedua negara akan berlanjut dalam proyek pembuatan kapal selam tipe 214 dan drone. Kapal selam tipe ini merupakan jenis kapal selam diesel elektrik dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP). Kapal selam ini memiliki kelebihan sulit terdeteksi karena bisa menyelam di dasar air selama 2 pekan.

HARUS BACA :  Spartan Brigade Berlatih Sebelum Diterjunkan ke Afghanistan

Langkah strategis pengembangan industri pertahanan bekerja sama dengan negara lain, memiliki target agar negara tersebut mendirikan pabrik di Indonesia.

“Kalau joint tapi tidak buat pabrik di sini, namanya bukan pengembangan industri pertahanan,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang dirilis Anadolu Agency.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Mohamad Sabu Ingin Ada Kerja Sama Alutsista di ASEAN