Dewan Baru Kurdistan-Irak Siap Dialog dengan Baghdad

Militer.or.id – Dewan Baru Kurdistan-Irak Siap Dialog dengan Baghdad.

Rapat Dewan Pimpinan Politik Kurdistan-Irak, 1/10/2017 (Kurdistan 24 English)

Erbil – impinan Politik Kurdistan-Irak, merupakan dewan baru yang dibentuk, Minggu 1-10-2017, untuk menggantikan posisi Dewan Tinggi Referendum Kurdistan setelah Dewan Tinggi tersebut mengakhiri misinya dalam penyelenggaraan referendum kemerdekaan Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan.

Sebelumnya, Dewan Tinggi Referendum yang dipimpin Presiden regional Masoud Barzani menyelenggarakan pertemuan setelah referendum 25 September 2017 dan memutuskan untuk membentuk Pimpinan Politik Kurdistan-Irak bagi tahap pasca-referendum,” ujar Khalil Ibrahim, anggota dewan itu dalam pernyataan setelah pertemuan tersebut.

HARUS BACA :  Filipina Ingin Tambah 12 Unit FA-50PH Lagi

Dewan Pimpinan Politik Kurdistan-Irak yang baru dibentuk, bertanggung-jawab untuk menangani hasil referendum itu, termasuk hubungan dengan Baghdad dan negara tetangga.

Khalil Ibrahim mengatakan dewan baru ini menyambut baik seruan bagi dialog dengan Baghdad serta pihak regional dan internasional, ujar laporan Xinhua.

Khalil Ibrahim mengatakan: “Kami siap mengadakan pembicaraan mengenai semua masalah. Kami adalah bagian dari Irak, dan Irak adalah negara kami sampai sekarag ini.”

Sebelumnya, Masoud Barzani menyambut baik gagasan yang dilancarkan oleh mantan perdana menteri Ayad Allawi dengan tujuan mengakhiri krisis antara Pemerintah Sentral dan pemerintah wilayah dengan mengadakan dialog antara kedua pihak tanpa prasyarat.

HARUS BACA :  TNI Akan Tingkatkan Diplomasi Militer
HARUS BACA :  Wakasad: Petembak TNI AD Juara Umum AARM, Luar Biasa!

Pemimpin Kurdi itu juga menyambut baik seruan bagi dialog yang disampaikan oleh Imam Syiah Ayatollah Ali As-Sistani untuk menyelesaikan krisis tersebut, yang berkobar setelah Wilayah Kurdistan menyelenggarakan referendum pada Senin, 25 September 2017.

Di dalam khutbah Shalat Jumat, wakil As-Sistani menyerukan dialog dan kedua pihak dalam krisis itu harus mematuhi undang-undang dasar serta mencela kerusuhan dan ancaman.

HARUS BACA :  Rusia Kerahkan Kapal Perang Dilengkapi Rudal Jelajah ke Laut Tengah

Ketegangan meninggi antara Pemerintah Baghdad dan Wilayah Kurdistan setelah wilayah tersebut menyelenggarakan referendum yang kontorverial mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdistan dan daerah sengketa, termasuk Kirkuk.

Referendum kemerdekaan itu ditentang oleh banyak negara sebab akan mengancam keutuhan wilayah Irak dan bisa merusak perang melawan kelompok gerilyawan fanatik ISIS.

Terlebih lagi, negara tetangga, seperti Turki, Iran dan Suriah, memandang langkah itu akan mengancam keutuhan wilayah mereka juga, sebab lebih banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara tersebut. (Antara/Xinhua-OANA).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  iXblue Akan Menyediakan Sistem Navigasi di Fregat Prancis

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  AS Tidak Akan Bekerja Sama dengan Rusia di Idlib

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here