Kemenko Maritim Akan Bangun Pelabuhan Bongkar Muat di Larantuka

Militer.or.id – Kemenko Maritim Akan Bangun Pelabuhan Bongkar Muat di Larantuka.

Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, NTT (google maps)

Kupang, Militer.or.id – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan membangun dermaga khusus bongkar muat Larantuka,untuk menyokong program tol laut yang menjadi salah satu program utama dari Presiden Joko Widodo.

Lokasinya katanya sudah ada. Lokasinya ada di Wello, dan nanti saya pulang akan kami anggarkan, ujar Menko Kemaritiman Luhut B Pendjaitan kepada wartawan pada Rabu 1-11-2017 sewaktu mengunjungi  Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya Menko Luhut melakukan kunjungan kerja pada Senin 30-10-2017 ke wilayah Kupang dan sekitarnya untuk memantau pabrik Garam di Desa Bipolo serta memantau perkembangan pembangunan dari bendungan Raknamo di desa Raknamo Kabupaten Kupang.

Sementara itu kunjungan kerja Menko Luhut ke Larantuka, adalah dalam rangka meresmikan Taman Doa Fatima serta meninjau sejumlah kawasan di daerah itu yang menurutnya belum banyak dikembangkan dengan baik.

HARUS BACA :  Kapal Geomarin 3 Teliti Migas di Laut Arafura

Menko Luhut Binsar Panjaitan mengaku tak hanya pelabuhan bongkar muat yang akan dibangun. Dirinya juga akan meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk memperpanjang landasan Bandara Gewayang Tana menjadi 500 meter. Kedua sektor baik laut dan udara ini sangat penting di ibu kota ini.

HARUS BACA :  KRI Bima Suci-945 Disambut Meriah di Jakarta

Oleh sebab dapat menunjang segi keekonomian bagi masyarakat untuk mengekspor produk dan komoditas unggulan daerahnya, tambahnya.  Menko Luhutpun menargetkan akan melakukan peletakan batu pertama dermaga bongkar muat itu pada Maret 2018 tahun depan bersamaan dengan panen garam di Kupang dan melihat daya tampung dari Bendungan Raknamo di Kupang.

HARUS BACA :  Su-57 Dijajal di Medan Pertempuran Nyata

Menteri Luhut mengaku telah berbicara banyak dengan Dirut Pelindo IV, Dan nantinya mengirim tim yang akan melihat dan meninjau lokasinya. Menko juga berbicara soal rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLT AL) di Larantuka, Flores Timur yang menurutnya akan sangat membantu masalah kelistrikan di kota itu dan sekitarnya.

Saya sudah bicara juga dengan Menteri Perhubungan, nanti Lapangan Terbang Larantuka kita mau kasih panjang 500 meter, sehingga nanti bisa pesawat lebih besar mendarat, bisa membawa produk sini seperti ikan kelas tinggi seperti Tuna itu bisa langsung ke Jepang.

Sehingga rakyat juga dapat manfaatkannya, kalau semua ini bisa terwujud di tahun 2019, Flores Timur khususnya NTT akan menjadi Provinsi sangat kaya di Indonesia, jelas Menko Luhut Binsar Panjaitan

HARUS BACA :  Panglima TNI Hadiri Pelantikan Kasal

Menko Luhut menyatakan bahwa Kemenko Maritim akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal penghitungan ulang biaya proyek agar dapat menurunkan cost. Menko Luhut juga menuturkan, pembangunan PLT AL di Kabupaten Flores Timur sangat penting untuk direalisasikan, mengingat dampak positifnya bagi masyarakat dan industri di daerah tersebut.

HARUS BACA :  Antusias Warga Palembang Saksikan GS Gita Jala Taruna AAL

Saya beritahu sama Menteri ESDM, mungkin supaya desainnya lebih sederhana supaya costnya bisa lebih ditekan, kalau menurut saya harus dibangun karena dengan adanya listrik 25 Megawatt (Mw) itu tambahan dengan 7 Mw yang ada, saya pikir nanti daerah Larantuka dan sekitarnya dengan 250 ribu penduduk, itu akan semua bisa teraliri listrik.

Juga 15 Megawatt itu nanti bisa untuk industri seperti industri perikanan, kacang mete, jagung dan pariwisata, jelas  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Antara).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here