Militer.or.id – Rakyat Palestina Terus Lakakukan Protes Akibat Pengakuan AS.

Unjuk Rasa di Kota Ramallah menentang keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Hamas Movement)

Jerusalem, Militer.or.id – Ratusan orang Palestina ikut dalam protes di seluruh Tepi Barat pada Sabtu 9 Desember 2017. Jumlah ini turun dari tadinya ribuan orang yang berunjuk rasa pada Jumat 8 Desember 2017, kata militer Israel. Sebanyak 600 demonstran Palestina di 20 titik di Tepi Barat melemparkan bom bensin dan batu ke arah tentara Israel, dan membakar ban serta menggulingkannya ke arah tentara Israel.

Tentara Israel menanggapi dengan menggunakan gas air mata, granat kejut dan “peluru karet”, kata militer Israel di dalam satu pernyataan. Sebanyak 6 orang Palestina ditangkap di Tepi Barat, dan 6 orang lagi menderita luka ringan dalam bentrokan dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Di Jerusalem Timur, polisi Israel mengatakan 4 prajurit cedera ringan selama bentrokan, dan sedikitnya 13 orang Palestina ditangkap karena melempar batu dan benda lain ke petugas. Di Jalur Gaza, sebanyak 450 orang Palestina berkumpul dan melancarkan protes di 8 lokasi di sepanjang pagar keamanan dengan Israel, kata militer.

Di Israel Utara, pemrotes Arab di Daerah Wadi Ara melemparkan batu ke bus yang melakukan perjalanan di dekat Kota Kecil Ar’Ara, dan membuat pengemudi serta 2 penumpang bus luka ringan, demikian laporan Xinhua, yang dipantau Antara pada Minggu 10 Desember 2017 pagi di Jakarta. Polisi menyatakan mereka menangkap 2 orang di kota kecil tersebut karena membuat kerusuhan.

Di Israel Selatan, sebanyak 100 orang melancarkan protes di Kota Kecil Badui, Rahat. Masih pada hari yang sama, seorang Jenderal senior Pasukan Pertahanan Israel memperingatkan penembakan roket lagi dari Jalur Gaza ke arah Israel akan dihadapi dengan “reaksi keras dan menyakitkan”.

Kelompok “yang tak bertanggung-jawab” berusaha “meningkatkan ketegangan” dengan Isrel, dan mereka akan menjadi pihak yang berakhir dengan membayar harga mahal, tulis Mayor Jenderal Yoav Mordechai, penghubung militer dengan Palestina, di laman Facebook dalam Bahasa Arab.

Sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan ke masyarakat di Israel Selatan pada Jumat 8 Desember 2017, pesawat Israel menyerang empat instalasi milik HAMAS di Jalur Gaza, kata satu pernyataan dari IDF pada Sabtu 9 Desember 2017 pagi. Keempat instalasi itu adalah 2 lokasi pembuatan senjata, 1 gudang senjata dan 1 kompleks militer, ujar militer Israel.

Rakyat Palestina menyerukan “hari-hari kemarahan” pada Jumat 8 Desember 2017 dan Sabtu 9 Desember 2017 dan protes diselenggarakan di sebagian besar dunia Muslim serta di beberapa ibu kota negara Eropa guna menentang pengakuan AS mengenai Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

2 Warga Palestina Tewas

Serangan-serangan udara Israel di Gaza membunuh dua pria bersenjata Palestina pada Sabtu setelah roket-roket ditembakkan dari wilayah kantung itu, dalam kekerasan yang meletus akibat pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pejuang Gaza melancarkan sedikitnya tiga roket ke arah kota-kota Israel dari Jalur Gaza – yang dikuasai oleh Hamas – setelah gelap pada Jumat. Hari itu dinyatakan “Hari Kemurkaan” oleh faksi-faksi Palestina yang memprotes pengumuman Trump pada Rabu.

“Pesawat IAF (Angkatan Udara Israel) menyasar empat fasilitas milik organisasi Hamas di Jalur Gaza: dua tempat pembuatan senjata, satu gudang senjata, satu kompleks militer,” demikian pernyataan militer Israel.

Satu sumber Hamas membenarkan dua orang pria meninggal dalam serangan-serangan udara menjelang fajar milik kelompok itu, yang telah mendesak warga Palestina melanjutkan konfrontasi dengan pasukan Israel.

Protes-protes Palestina pada Sabtu jauh berkurang intensitasnya daripada hari-hari sebelumnya.

Sekitar 60 pemuda Palestina melempar batu-batu ke arah tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza-Israel dan kementerian kesehatan mengatakan satu orang yang sedang berjalan luka-luka akibat serangan Israel.

Di Bethleehem, kota di Tepi Barat Sungai Yordan, orang-orang Palestina membakar ban-ban dan melempar batu-batu ke arah tentara Israel, yang menggunakan gas air mata. Di Yerusalem Timur sekitar 60 orang berunjuk rasa dekat Kota Tua, tempat polisi perbatasan para militer dan petugas-petugas yang menunggang kuda mencoba membubarkan kerumunan dengan gas iar mata.

Pada Jumat, ribuan warga Palestina turun ke jalan-jalan dan dua orang Palestina terbunuh dalam bentrokan-beentrokan dengan tentara Israel di perbatasan Gaza. Sejumlah orang lagi luka-luka di sana dan di Tepi Barat. Di sepanjang dunia Arab dan Muslim, ribuan pemerotes telah berkumpul untuk menyatakan solidaritas.

Keputusan Trump membalik kebijakan AS yang telah berlaku selama beberapa dekade telah membuat murka dunia Arab dan marah para sekutu Barat, yang mengatakan langkah itu tamparan kepada usaha-usaha perdamaian dan berisiko memicu kekerasan lagi di kawasan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada Jumat, AS tak bisa lagi bertindak sebagai mediator pembicaraan perdamaian. (Antara/Xinhua-OANA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here