AS Sambut Keputusan Saudi Tetap Buka Pelabuhan Yaman

0
379

Militer.or.id – AS Sambut Keputusan Saudi Tetap Buka Pelabuhan Yaman.

Pelabuhan Yaman (Commns Wikipedia).

Washington, Jakartagtreater.com – Amerika Serikat pada Kamis 21 Desember 2017 menyambut keputusan pasukan gabungan pimpinan Arab Saudi yang akan tetap membuka pelabuhan Hodeidah di Yaman selama sebulan ke depan dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

AS juga mengutuk aksi pemboman terhadap sebuah istana di Arab Saudi yang dilancarkan oleh gerakan Houthi. Dalam pernyataan singkat, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Amerika Serikat yakin bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan peluru kendali pada 19 Desember 2017 terhadap sebuah istana di Riyadh.

HARUS BACA :  Angkasa Yudha 2018, Rasa Baru yang Didukung Teknologi Informatika

“Kami mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyatakan Iran bertanggung jawab atas pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan, yang telah berulang terjadi dan dilakukan secara terbuka,” kata Sarah Sanders.

Dalam pertemuan pada Kamis 21 Desember 2017, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri Tim Lenderking mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi tentang pembukaan pelabuhan selama 30 hari dan kemungkinan diperpanjangnya masa waktu tersebut. Namun pertama-tama AS ingin melihat kapal bergerak masuk dan barang serta layanan bantuan menjangkau rakyat Yaman.

HARUS BACA :  Pentagon Sangkal Moskow tentang Militer di Mediterania

Pasukan gabungan pimpinan Saudi yang bertempur di Yaman mengatakan pada Rabu 20 Desember 2017, bahwa mereka akan membuka pelabuhan yang saat ini diblokade, dan berada dibawah kendali Houthi. Penyebaran wabah kolera telah menjangkiti seluruh wilayah negara itu, dan 8 juta orang berada di ambang kelaparan dalam sebuah keadaan yang PBB gambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

HARUS BACA :  Bidik Rusia, Kanada Ingin Beli Pemburu Kapal Selam – Militer.or.id

Pihak Saudi mengatakan bahwa pelabuhan Laut Merah juga merupakan hubungan yang digunakan oleh Gerakan Houthi dalam memperoleh senjata, yang menurut mereka dipasok oleh Iran. Teheran membantah tuduhan tersebut.

Lenderking juga mengatakan bahwa tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan kemelut tersebut dan pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini bahwa jalan terbaik adalah melalui “diplomasi mendalam.”  (Antara/Reuters).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here