India Batal Membeli 12 Kapal Penyapu Ranjau Korea Selatan

Militer.or.id – India Batal Membeli 12 Kapal Penyapu Ranjau Korea Selatan.

INS Kozhikode, sebuah kapal penyapu ranjau kelas Pondicherry yang dibangun untuk Angkatan Laut India oleh Uni Soviet (Foto: Wikipedia)

Militer.or.id – Negosiasi untuk pengadaan 12 kapal penyapu ranjau (MCMV) India dari galangan kapal Korea Selatan dengan perkiraan biaya sekitar $ 5,1 miliar telah gagal pada tahap akhir, seperti dilansir dari Hindustan Times. (8/1/2018)

MCMV rencananya akan dibangun di Goa Shipyard (GSL) bekerjasama dengan Kangnam Shipyard yang berbasis di Busan. Tapi perundingan tersebut gagal karena masalah harga dan tidak memberikan pilihan kepada India selain mengeluarkan tender baru.

“Kami tidak dapat menemukan solusi terbaik meskipun telah mengupayakan yang terbaik. Kesepakatan khusus dengan Korea ini tidak aktif”, menurut Kepala GSL Shekhar Mital pada hari Senin.

India menghadapi kelangkaan kapal penyapu ranjau karena negara tersebut saat ini hanya tinggal memiliki empat unit saja, setelah penonaktifan INS Karwar dan INS Kakinada.

HARUS BACA :  Kenaikan Pangkat 30 Perwira Tinggi TNI

Kapal-kapal tersebut telah dinonaktifkan di galangan kapal angkatan laut Mumbai pada bulan Mei tahun lalu. Kelangkaannya begitu mengkhawatirkan bahkan seandainya India mampu menandatangani kontrak dengan Korea Selatan, kapal perang khusus pertama baru dapat diluncurkan pada tahun 2021.

HARUS BACA :  Dua Kapal Selam dari Korsel Segera Dikirim

Angkatan Laut India telah memulai perburuan 8 (delapan) MCMV pada bulan Juli 2005. Tapi proses seleksi berikutnya, di mana galangan kapal Kangnam Korea terpilih mengalahkan Intermarine Italia, malah terlibat atas tuduhan sejumlah agen dan penyimpangan lainnya. Tender tersebut akhirnya dibatalkan pada 2014.

HARUS BACA :  Korea Utara Selesaikan Satelit Canggih Terbaru

Kemudian, pada bulan Februari 2015, dewan akuisisi pertahanan, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan India kemudian membersihkan proyek baru senilai $ 4,9 miliar untuk pembangunan 12 MCMV di Goa Shipyard dengan kolaborasi luar negeri.

MCMV 1.000 ton digunakan untuk mendeteksi ranjau dengan sonar definisi tinggi, penyapu akustik dan magnetiknya. Mereka juga menggunakan sistem yang dikendalikan dari jauh seperti kapal selam kecil untuk meledakkan ranjau pada jarak yang aman.

“Keputusan untuk mengeluarkan RFP baru oleh Menteri Pertahanan sejalan dengan banyak kelonggaran yang sesuai dengan kasus akuisisi yang tertunda”, kata Mital.

Kangnam Korea dan Intermarine Italia bisa mengajukan penawaran atas tender terbaru India, menurut keterangan para ahli.

HARUS BACA :  Indonesia Ingin Tawar Lagi Harga Su-35

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Angkatan Laut Filipina Akan Beli Lebih Banyak Rudal

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here