EA-18G Australia Alami Insiden di Amerika Serikat

Militer.or.id – EA-18G Australia Alami Insiden di Amerika Serikat.

Jet tempur pernika (pertempuran elektronika) Boeing EA-18G Angkatan Udara Australia. © actualidat.rt.com

Militer.or.id – Pesawat tempur elektronik EA-18G Growler milik Royal Australian Air Force (RAAF) dilaporkan mengalami kerusakan pada insiden yang terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat pada 27 Januari di Nellis AFB, di luar Las Vegas, Nevada, seperti dilansir dari laman Aviationist.

Pesawat itu merupakan salah satu kontingen dari 4 (empat) jet tempur EA-18G Growler Australia yang berada di Nellis AFB untuk melaksanakan latihan tempur “Red Flag” 18-1 yang akan diadalan tahun ini.

HARUS BACA :  India Kembali Membuka Tender Untuk Memasok 110 Jet Tempur

Red Flag atau Bendera Merah adalah latihan tempur udara berskala besar yang sangat realistis yang dilaksanakan di Nellis AFB dan berlangsung diatas medan latihan tempur udara yang luas.

HARUS BACA :  TNI AU akan Tambah 134 Pesawat dari Berbagai Jenis

Laporan awal oleh media Australia dan AS mengatakan bahwa jet tempur EA-18G itu berasal dari Skuadron 6 RAAF yang berpartisipasi dalam Red Flag sekarang. Ada juga laporan menyebutkan bahwa EA-18G Australia tersebt beroperasi bersama EA-18G Angkatan Laut AS di Nellis AFB.

HARUS BACA :  Israel Dukung Pembentukan Negara Kurdi

Wartawan Australia Elena McIntyre dari Ten News Sydney melaporkan dalam cuitan di akun Twitter bahwa “Growler RAAF tampaknya mengalami kegagalan mesin kritis saat lepas landas di Nellis AFB, sebelum meluncur di landasan pacu”.

HARUS BACA :  AS Sebut Tindakan Myanmar Terhadap Rohingya Pembersihan Etnis

Foto dari kecelakaan yang muncul di Twitter menunjukkan bahwa EA-18G Australia itu terduduk tegak, utuh dengan kanopi terbuka. Tampaknya ada perubahan warna pada stabilizer vertikal kiri dari asap gelap yang juga terlihat pada foto yang muncul.

HARUS BACA :  Korea Selatan Percaya Diri Mampu Kembangkan Radar Canggih

RAAF menerima EA-18G Growler pertama mereka pada tahun 2017. Pesawat tersebut akan dioperasikan dari RAAF Base Amberley Australia sekitar 50 km (31 mil) barat daya Brisbane.

Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai status operasional penerbangan Red Flag 18-1 menyusul kejadian tersebut, meski tidak ada banyak gangguan yang diharapkan.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here