Hizbullah Ancam Gempur Tel Aviv, Pasukan AS-Israel Latihan Perang

Militer.or.id – Hizbullah Ancam Gempur Tel Aviv, Pasukan AS-Israel Latihan Perang.

dok. Pejuang Hizbullah mengoperasikan peluncur roket Katyusha buatan Rusia. ©Hassanlamaa22 via wikimedia.org

Militer.or.id – Pasukan AS tiba di Israel untuk ambil bagian dalam latihan militer bersama dengan pasukan Israel akibat ketegangan yang terus meningkat dan ancaman Hizbullah akan menggempur Tel Aviv dengan roket, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Pada latihan militer gabungan AS-Israel, Juniper Cobra yang terakhir pada tahun 2016, lebih dari 3.000 tentara AS ikut ambil bagian, menurut sebuah laporan oleh Jerusalem Online.

Latihan tersebut,  akan mensimulasikan serangan rudal besar-besaran secara simultan terhadap Israel dari perbatasan selatan dan utara, menurut Channel 10 News Agency.

Tahun ini, latihan perang tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon, karena mengancam akan menembakkan rudal ke wilayah Israel jika tak berhenti membangun tembok di perbatasan Lebanon.

HARUS BACA :  Ketegangan Regional, AS Jajaki Tingkatkan Kehadiran Militer di Yunani

Sementara itu Menteri Energi Lebanon Cesar Abi Khalil mengklaim bahwa Libanon akan mengeksplorasi minyak dan gas di dekat perbatasan maritimnya dengan Israel. Wilayah yang telah diklaim secara sepihak oleh Tel Aviv, sebuah tindakan yang memicu kecaman besar-besaran di seluruh dunia Arab, menurut Washington Post.

Merujuk pada Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa rencana baru pihak Lebanon untuk mengebor ladang minyak dan gas lepas pantai yang di kenal sebagai Blok 9 adalah sangat menantang dan provokatif, menurut Reuters.

Reuters juga melaporkan bahwa Israel telah mengancam akan melakukan perang skala penuh melawan Libanon jika Hizbullah melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.

HARUS BACA :  Kunjungan Kehormatan Kasal Spanyol ke Mabesal

“Tidak seperti Perang Lebanon 2006, tidak mungkin ada gambar penduduk Beirut di pantai sementara orang-orang di Tel Aviv duduk di tempat penampungan. Jika [orang-orang] di Israel duduk di tempat penampungan selama perang berikutnya, semua Beirut akan berada di tempat penampungan, “Kata Lieberman.

Pada tanggal 28 Januari, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Ronen Manelis juga memperingatkan dalam sebuah op-ed mengenai situs oposisi Lebanon Ahewar bahwa perang dengan Israel dapat menghancurkan Beirut mengizinkan Iran untuk mengembangkan rudal presisi di negara tersebut.

HARUS BACA :  Thales Delivers First Hawkei Vehicles to Australian Army

Menurut penilaian Angkatan Pertahanan Israel, Hizbullah saat ini memiliki persenjataan setidaknya 100.000 roket jarak pendek dan ribuan rudal yang bisa menjangkau hingga Israel tengah.

Selain sejumlah besar roket dan rudal, Hizbullah mampu memobilisasi hampir 30.000 pejuang dan telah mempersiapkan sistem terowongannya, lengkap dengan ventilasi, kelistrikan dan peluncur roket.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here