Ekspor Senjata Rusia ke Indonesia Mencapai $2,5 Miliar

Militer.or.id – Ekspor Senjata Rusia ke Indonesia Mencapai $2,5 Miliar.

Su-30 TNI-AU kembali ke Lanud Sultan Hasanuddin, Makasar setelah menjalankan misi selama beberapa hari di Lanud Iswahjudi, Jatim. (30/12). © Dispen TNI-AU

Militer.or.id – Rusia telah mengirimkan senjata senilai lebih dari $ 2,5 miliar ke Indonesia dalam 25 tahun terakhir, menurut kantor pers eksportir persenjataan negara Rusia, Rosoboronexport pada hari Rabu yang dilansir dari laman TASS.

“Secara keseluruhan, pengiriman produk-produk militer ke Indonesia mencapai lebih dari $ 2,5 miliar sejak November 1992. Selama periode tersebut, Rusia telah mengirimkan armada pengangkut lapis baja BTR-80A dan kendaraan tempur infanteri BMP-3F, senapan serbu Kalashnikov seri ke-100, pesawat Su-27SK dan Su-27SKM, Su-30MK dan Su-30MK2, helikopter Mi-35 dan Mi-17, dan juga sistem senjata serta perangkat keras militer lainnya”, menurut CEO Rosoboronexport Alexander Mikheyev.

Tahun 2018, akan menandai 60 tahun sejak pengiriman senjata Uni Soviet pertama ke Indonesia. Pada tahun 1958, Uni Soviet mengirimkan 100 kendaraan militer GAZ-69 ke negara Indonesia, tambahnya.

HARUS BACA :  Menhan Kroasia Kunjungi Pangkalan Udara Israel

Dilaporkan sebelumnya bahwa Jakarta ingin membeli 10 jet tempur multiperan Su-35 untuk mengganti pesawat F-5 Tiger AS yang sudah usang dan ini telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1980. Kemudian, perusahaan hi-tech Rusia Rostec melaporkan bahwa Indonesia telah menerima sebuah penawaran komersial untuk pengadaan 11 pesawat tempur Su-35.

Su-35 adalah jet tempur super manuver serbaguna generasi 4,5 buatan Rusia yang dilengkapi dengan radar array bertahap dan thruster yang dapat disetel. Pesawat ini dapat melaju dengan kecepatan hingga 2.500 km per jam serta memiliki jangkauan terbang 3.400 km dan radius tempur yang berjarak sekitar 1.600 km.

HARUS BACA :  PBB: Putin dan Erdogan Hindari Perang Berdarah di Idlib

Jet tempur Su-35 ini dipersenjatai dengan senapan 30 mm dan memiliki 12 titik keras atau hardpoints alias cantelan untuk membawa bom dan juga rudal.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here