Ini Tindakan Israel Jika Suriah Gunakan Sistem S-300 Rusia

Militer.or.id – Ini Tindakan Israel Jika Suriah Gunakan Sistem S-300 Rusia.

S-300 Rusia. (photo: piligrims74 (Anton) via commons.wikimedia.org)

Militer.or.id – Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Moskow belum memutuskan apakah akan memasok sistem Rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300 ke Suriah, dirilis Sputniknews.com, 24-4-2018.

“Yang penting bagi kami adalah senjata pertahanan yang diberikan Rusia kepada Suriah tidak akan digunakan untuk melawan kami. Jika mereka digunakan untuk melawan kami, kami akan bertindak melawan mereka”, ujar Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kepada media Ynet, yang merefleksikan kemungkinan akuisisi S-300 sistem pertahanan Rudal Suriah.

Menteri Pertahanan menjelaskan bahwa Israel “tidak ikut campur dalam urusan internal Suriah, tetapi di sisi lain kami tidak akan mengizinkan Iran membanjiri negara dengan sistem persenjataan canggih yang akan ditujukan terhadap Israel.”

HARUS BACA :  Panglima TNI dan Parade 50 Tahun ASEAN

“Jika ada yang menyerang kami, kami akan membalas, terlepas dari S-300, S-700 [sic] atau kehadiran apa pun di sana,” kata Lieberman.

‘Garis merah’

Dalam wawancara dengan Radio Angkatan Darat, Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz meragukan potensi pasokan Rusia dari sistem pertahanan Rudal S-300 ke Suriah, menunjukkan bahwa langkah itu akan merusak hubungan Moskow dengan Tel Aviv.

“Saya ragu bahwa mereka akan memasok sistem pertahanan Rudal ini – pada saat mereka akan melewati batas tertentu dalam hubungan kami,” kata Radio Angkatan Udara mengutip Katz. Pejabat senior Israel lainnya juga menyatakan keprihatinannya atas potensi pasokan sistem S-300 Rusia ke Suriah.

HARUS BACA :  Lima Perwira Tinggi TNI Terima Bintang Dharma

“Setiap jenis senjata yang mengancam keamanan Israel selalu menjadi masalah,” kata Wakil Direktur Jenderal dan Direktur Departemen Luar Negeri Eurasia, Alexander Ben-Zvi.

HARUS BACA :  Komandan Satgas MTF TNI Kunjungi Pangkalan AL Port Said Mesir

Pada saat yang sama, Ben-Zvi tidak mengklarifikasi jika Tel Aviv akan mengangkat masalah pasokan S-300 selama pembicaraan dengan para pejabat Rusia. Dia, bagaimanapun, mencatat bahwa “hal-hal mengenai konflik Suriah terus-menerus dibahas selama pertemuan antara politisi dan diplomat Israel di Kementerian Luar Negeri dan Dewan Keamanan Rusia.”

Pernyataan itu muncul hanya sehari setelah IDF meluncurkan serangan terhadap Artileri Suriah setelah sebuah Mortir jatuh di samping pagar keamanan di Dataran Tinggi Golan Utara, daerah yang disengketakan, yang telah menjadi titik fokus dalam hubungan antara Tel Aviv dan Damaskus sejak itu. tahun 1967 Perang 6 Hari.

Belum Diputuskan

Pada 23 Maret 2018, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah membahas masalah pasokan S-300 ke Suriah dengan Kementerian Pertahanan; Namun, keputusan “belum ditentukan.”

HARUS BACA :  Kontingen Garuda Unifil 2017 Sholat Idul Adha di Lebanon

Pekan lalu, Mark Heller, peneliti utama di Institute for National Security Studies di Tel Aviv University, mengatakan kepada Sputnik bahwa “Israel khawatir bahwa pertahanan udara Suriah yang lebih efektif yang dibangun di sekitar peralatan Rusia akan membatasi kemampuan Israel untuk beroperasi melawan pasukan Iran dan Hezbollah di Suriah. ”

HARUS BACA :  KSAU Ingin Mempercepat Pangadaan Alutsista TNI AU

Pada tanggal 14 April 2018, Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Kol. Jenderal Sergei Rudskoy mengumumkan bahwa Moskow mungkin mempertimbangkan kembali menjual sistem S-300 ke Damaskus pasca serangan udara AS dan sekutunya terhadap Suriah sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah di kota Douma. (Sputniknews.com).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Yordania Tawarkan M113 untuk Sumbang Militer Filipina

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here