Kejar China-Rusia, AS Percepat Kembangkan Senjata Hipersonik

Militer.or.id – Kejar China-Rusia, AS Percepat Kembangkan Senjata Hipersonik.

Rudal hipersonik “Zircon” buatan Rusia. © Pravda via Youtube

Militer.or.id – Angkatan Udara AS (USAF) telah meluncurkan sebuah kampanye ambisiusnya untuk mempercepat pengembangan senjata hipersonik di tengah adanya kekhawatiran yang diungkapkan oleh para pejabat Pentagon bahwa China dan Rusia telah meninggalkan AS dalam debu dibidang pengembangan senjata, seperti dilansir dari laman Warrior Maven.

“Saya sedang bekerja dengan tim percepatan dan saya sangat yakin bahwa percepatan pengembangan yang signifikan adalah mungkin”, menurut Will Roper, asisten sekretaris Angkatan Udara AS untuk akuisisi, teknologi dan logistik, kepada Warrior Maven pada tanggal 8 Mei.

USAF bersedia melangkah maju dengan solusi efektif sebesar 90 persen daripada harus menunggu selama bertahun-tahun lebih untuk mencapai 100 persen, terang pejabat akuisisi tersebut. Namun jelas, dia tidak menentukan garis waktu atau timeline masih belum ditentukan, menurut Warrior Maven.

HARUS BACA :  Pasokan Senjata untuk Gerilyawan Jelang Serangan Idlib

Senjata atau kendaraan hipersonik adalah salah satu senjata yang memiliki kecepatan melebihi lima kali kecepatan suara atau lebih dari 3.800 mph, batas ini menghadirkan teknologi propulsi yang hampir tidak dapat dijangkau.

Dinamika fluida udara pada kecepatan tersebut berperilaku sangat berbeda dari pada kecepatan yang lebih lambat pada kebanyakan misil dan pesawat jet, menghadirkan masalah tersendiri bagi para perancangnya.

HARUS BACA :  BPPT Target Miliki Prototipe Kapal Selam Mini pada 2025
HARUS BACA :  KKP Tangkap 2 Kapal Asing Ilegal di Laut Natuna

Roper mengatakan bahwa USAF pun sedang mengembangkan prototipe untuk senjata “boost glide” yang diluncurkan dari udara yang berakselerasi di ruang angkasa sebelum menggunakan gaya gravitasi untuk mencapai targetnya dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Lebih jauh, para insinyur sekarang sedang mengembangkan demonstran kedua untuk “Hypersonic Conventional Strike Weapon” yang bergantung pada teknologi yang lebih matang. USAF bekerja sama dengan Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan di kedua proyek tresebut.

“Kedua sistem senjata hipersonik memiliki profil penerbangan, ukuran muatan dan menyediakan kemampuan serangan komplementer yang berbeda”, kata juru bicara itu kepada Warrior Maven.

Perlombaan untuk mengembangkan senjata hipersonik telah menjadi sorotan di awal tahun ini oleh komandan Komando Strategis AS (Stratcom), Jenderal John Hyten, yang mengatakan kepada anggota parlemen AS di bulan Maret bahwa “Kita tidak memiliki pertahanan yang dapat menghalangi penggunaan senjata seperti itu melawan kita”.

HARUS BACA :  9 Pesawat Negara Sahabat Angkut Bantuan Kemanusiaan ke Palu – Militer.or.id

Hyten juga mengatakan bahwa Moskow dan Beijing “terus bergerak cepat” di bidang pengembangan senjata hipersonik, khususnya kendaraan luncur hipersonik. Komentar sang Jenderal itu juga telah diulang kembali oleh Senator James Inhofe dibulan Maret.

HARUS BACA :  Komandan Iran Klaim Gagalkan Sabotase Senjata Oleh AS

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here