Naval Strike Missile Jadi Pilihan Angkatan Laut AS

Militer.or.id – Naval Strike Missile Jadi Pilihan Angkatan Laut AS.

USS Coronado (LCS-4) meluncurkan sebuah rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Lima belas bulan setelah US Navy (Angkatan Laut AS) mengeluarkan permintaan proposal untuk rudal ”over-the-horizon” atau OTH yang akan digunakan Kapal Perang Littoral dan pengganti fregat rudal. US Navy telah memberikan kontrak sebesar $ 14,8 juta kepada Raytheon, seperti dilansir dari laman Inside Defense.

Tim Raytheon-Kongsberg adalah satu-satunya pesaing yang dikonfirmasi pada kompetisi OTH, menawarkan Naval Strike Missile atau NSM. Kontrak itu akan memproduksi dan memberikan sistem senjata OTH, yang terdiri dari misil-misil yang dimasukkan ke dalam mekanisme peluncuran dan sebuah unit pengendali tembakan.

HARUS BACA :  Bakamla Mutakhirkan Sarana Pemantauan dan Keselamatan Laut Kupang

Angkatan Laut AS meminta anggaran sebesar $ 18 juta untuk membeli rudal OTH-NSM di tahun fiskal 2019 untuk 8 unit Kapal Perang Littoral (LCS). Angkatan Laut mengantisipasi pembelian 64 rudal atas program pertahanan tahun depan sebesar $ 147 juta.

Kontrak itu termasuk opsi yang jika dilaksanakan akan membawa nilai kumulatif sebesar $ 847 juta.

Rudal ini akan memberikan kemampuan ofensif jarak jauh, anti-permukaan untuk LCS dan FFG (X) terhadap kapal perang permukaan lainnya. Sistem rudal OTH ini terdiri dari rudal dan sistem peluncur. Angkatan Laut mengantisipasi akan menginstal OTH pada kombatan permukaan kecil yang dimulai pada tahun fiskal 2021.

HARUS BACA :  Ukraina Ingin Membeli Sistem Pertahanan Udara dari AS

Tiga bulan setelah US Navy merilis RFP untuk kompetisi OTH, Boeing mengumumkan bahwa mereka tidak akan berkompetisi karena persyaratan layanan terlalu sederhana. Namun itu tidak termasuk persyaratan seperti tautan data dan kemampuan disegala cuaca, yang keduanya sedang dikembangkan untuk rudal Harpoon yang canggih, menurut Boeing pada bulan Mei 2017.

Lockheed Martin juga tersingkir dari kompetisi, dan mengklaim bahwa persyaratan sedang disesuaikan dengan vendor tertentu. Perusahaan juga berencana untuk menawarkan versi peluncur permukaan dari rudal anti-kapal jarak jauh AGM-158C LRASM.

HARUS BACA :  PT PAL Luncurkan LPD Ke-6, KRI 594

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here