Rostec Usulkan Produksi Jet Siluman Bersama Turki

Militer.or.id – Rostec Usulkan Produksi Jet Siluman Bersama Turki.

Jet tempur generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57 © Alex Beltyukov – RuSpotters Team via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Turki dan Rusia sudah memiliki kemampuan teknologi dan industri untuk bersama-sama memproduksi jet tempur generasi kelima, menurut Viktor Kladov, direktur dari Departemen Kerjasama Internasional dan Kebijakan Regional di perusahaan pertahanan yang dikelola negara Rusia, Rostec.

Seperti dilansir dari laman Daily Sabah, ketika berbicara kepada Anadolu Agency (AA), Kladov fokus pada kesepakatan S-400 antara Rusia dan Turki, produksi jet tempur bersama serta proyek militer, teknis dan industri lainnya antara kedua negara.

HARUS BACA :  Upgrade Tu-22M3M Untuk Bawa Rudal Hipersonik

Dia mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk proses konsultasi panjang antara Rusia dan Turki jika mereka bersama-sama menghasilkan jet tempur generasi kelima.

“Untuk proyek besar seperti itu, kedua pihak seharusnya tidak hanya tertarik tetapi juga siap untuk bekerjasama”, tambahnya. “Meskipun itu mungkin keputusan yang ‘serius’, saya yakin bahwa kedua negara mampu melaksanakan proyek semacam itu”, kata Kladov.

Dia juga menyinggung kesepakatan sistem pertahanan udara jarak jauh S-400, menunjukkan bahwa ini adalah langkah penting untuk memperkuat kerjasama militer-teknis antara Turki dan Rusia. Pada bulan Desember, Turki secara resmi menandatangani perjanjian senilai $ 2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian S-400, sistem rudal anti-pesawat jarak jauh tercanggih Rusia.

HARUS BACA :  China Sukses Uji Coba Laser Pembunuh Drone
HARUS BACA :  PT PAL Mulai Kerjakan Kapal LPD Pesanan TNI AL

Dengan langkah tersebut, Turki akan menjadi negara anggota NATO pertama yang memperoleh sistem rudal S-400 Triumf buatan Rusia.

Sebagai negara anggota NATO, keputusan Turki untuk membeli sistem rudal S-400 Rusia telah menimbulkan kekhawatiran diantara negara-negara anggota NATO lainnya. Namun, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengakhiri spekulasi dan mengatakan negara-negara anggota NATO memiliki hak kedaulatan untuk membuat keputusan mengenai pembelian militer mereka.

Sistem pertahanan rudal S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh buatan Rusia yang paling canggih dan dilengkapi dengan 3 jenis rudal yang mampu untuk menghancurkan target, termasuk rudal balistik dan jelajah.

HARUS BACA :  Pantsir-S1 Suriah Tak Berguna Lawan Rudal Tomahawk

Sistem S-400  dapat melacak dan melibatkan hingga 300 target sekaligus dan memiliki layanan ketinggian 27 kilometer (17 mil). Dengan pembelian S-400, Ankara bertujuan untuk membangun sistem pertahanan udara dan anti-rudal jarak jauh pertama Turki untuk melindungi negara dari berbagai ancaman di wilayah tersebut.

Selain itu, Turki berusaha membangun sistem pertahanan rudalnya sendiri karena kesepakatan itu juga melibatkan transfer pengetahuan dan teknologi. Sistem S-400, yang diperkenalkan pada tahun 2007, adalah generasi baru sistem rudal Rusia, dan sejauh ini Rusia hanya menjualnya ke China dan India.

HARUS BACA :  Marinir Gelar Pelatihan Alokom DDF Generasi Terbaru
Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  ST Electronics Completes Development of Mercury AUV

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here