Boeing Gagal Mendapat Kontrak Upgrade Radar AWACS

Sebuah pesawat AWACS Boeing E-3 Sentry Angkatan Udara AS © USAF

Militer.or.id – Angkatan Udara AS telah hentikan kontrak dengan perusahaan Boeing Co. untuk memperbarui radar pada pesawat pengintai (AWACS) andalannya Boeing E-3 Sentry setelah perusahaan itu mengalami penundaan dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak, menurut dokumen anggaran USAF yang dilansir oleh Bloomberg.

Alih-alih melanjutkan kontrak senilai $ 76 juta dengan Boeing, “Angkatan Udara Amerika Serikat lebih menentukan pendekatan terbaik untuk menyediakan kemampuan kritis ini dengan mengganti prosesor radar warisan dan komponen terkaitnya”, kata Kapten Hope Cronin, juru bicara layanan, dalam email.

“Beberapa perusahaan menanggapi permintaan Angkatan Udara ASuntuk informasi, dan permintaan untuk proposal saat ini sedang dikembangkan”, katanya.

Boeing sebenarnya berada dalam kontrak menyediakan pemrosesan radar yang lebih baik dalam lingkungan penerbangan khusus untuk memenuhi kebutuhan rahasia dari pesawat Sistem Peringatan Dini dan Kontrol Udara (AWACS) E-3 Sentry, kata Cronin. Berbasis pesawat komersial 707-320 yang dimodifikasi dengan kubah radar yang berbentuk piring dan berputar yang dapat melihat dan mengelompokkan pesawat sejauh 250 mil atau 402 km jauhnya.

HARUS BACA :  Ganti F-22 dengan 3 Skadron F-35 di Tyndall – Militer.or.id
HARUS BACA :  Biaya Akuisisi Aegis Jepang Hampir 2 Kali Lipat

Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara, yang mengelola pengembangan sistem persenjataan, mengeluarkan perintah penghentian-kerja parsial pada bulan Januari dan mengakhiri kontrak pada bulan Mei. Penghentian tersebut belum pernah diungkapkan sebelumnya.

“Boeing memperkirakan butuh beberapa tahun tambahan dan dana sebesar US $ 60 juta lagi untuk menyelesaikan proyek”, kata Cronin.

Kelly Kaplan, juru bicara Boeing Co, yang berbasis di Chicago, mengatakan dalam sebuah email bahwa perusahaan dan Angkatan Udara AS telah bermitra sejak hari-hari pertama program AWACS tersebut. Kami berkomitmen untuk mendukung kemampuan armada AWACS yang kuat selama bertahun-tahun yang akan datang.

HARUS BACA :  Boeing Ikuti Kontes Pengadaan Jet Tempur Kanada

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Iran Ungkap Sistem Radar, Rudal Pertahanan Udara Baru

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Destroyer India Merapat di Surabaya untuk Latihan