Stres Karena Perang? Penembak Brutal Bar California adalah Eks Marinir

Ian David Long, pria yang diduga membunuh 12 orang di sebuah bar di Thousand Oaks, California, Rabu 8 November 2018 malam adalah veteran Korps Marinir Amerika Serikat.

Long meninggal setelah membunuh selusin orang dan melukai 15 lainnya di Borderline Bar & Grill, yang penuh sesak dengan pengunjung. Pria itu diyakini kemudian bunuh diri.

Long berusia 28 tahun yang telah memiliki beberapa masalah dengan penegak hukum selama beberapa tahun terakhir, tetapi kebanyakan kasus-kasus kecil.

Pada April 2018, misalnya, polisi mengunjungi Long di rumahnya setelah ada laporan dari warga tentang adanya gangguan. Sheriff yang mewawancarai orang itu mengatakan dia tampak “agak marah, bertindak agak irasional.”

Sheriff Ventura County Geoff Dean mengatakan Long mungkin telah menderita gangguan stres pasca trauma atau posttraumatic stress disorder (PTSD).

HARUS BACA :  Marah? Amerika Blokir Penjualan F-16 Bekas Israel ke Kroasia

“Kami sudah memiliki beberapa kontak dengan Mr Long selama bertahun-tahun – peristiwa kecil, tabrakan lalu lintas,” kata Dean pada Kamis.

Ketika para petugas ke rumahnya awal tahun ini, mereka memutuskan untuk meminta seorang profesional kesehatan mental untuk mengevaluasi Long. Setelah dilakukan pemeriksaan psikolog mengatakan kepada pihak penegak hukum Long tidak perlu dibawa ke tahanan polisi.

HARUS BACA :  Serah Terima Jabatan Danmenkav 1 Marinir

Seorang tetangga yang berbicara dengan media lokal menyatakan bahwa Long menderita PTSD. “Saya tidak tahu apa yang dia lakukan dengan pistol,” kata tetangga itu kepada ABC6.

Seorang teman keluarga Longs mengatakan kepada saluran berita yang sama bahwa Long menolak “mendapatkan bantuan” dari para profesional medis.

HARUS BACA :  Malaysia Tertarik Tank Harimau Buatan Pindad

Tetangga lain mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa insiden terjadi beberapa bulan yang lalu di mana Long melemparkan perabotan di sekitar rumahnya dan menembakkan peluru melalui dinding.

Long bertugas bersama Marinir mulai 4 Agustus 2008 hingga 2 Maret 2014. Korps Marinir mengatakan dia dikerahkan ke Afghanistan sebagai bagian dari Operasi Enduring Freedom dari November 2010 hingga Juni 2011 dan mengakhiri kariernya sebagai seorang kopral.

HARUS BACA :  Satu Anggota TNI Ikut Jadi Korban Pembantaian Pekerja Proyek Trans Papua
HARUS BACA :  Korps Marinir Pertajam Kemampuan Pasukan Pendarat

Korps Marinir Amerika menambahkan dia adalah seorang operator senapan mesin yang memperoleh beberapa penghargaan termasuk lobal War on Terrorism Service Medal, the Afghanistan Campaign Medal dan the Marine Corps Good Conduct Medal.

Polisi belum mengidentifikasi motif pembunuhan massal di Thousand Oaks yang menjadi kasus terakhir dari penembakan brutal yang kian amrak di Amerika. Sebelumnya penembakan juga terjadi di sinagog Tree of Life di Pittsburgh, Pennsylvania, yang menewaskan 11 orang pada akhir Oktober 2018.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here