Modal Lawan China, Angkatan Laut Taiwan Lantik Dua Frigate Bekas Amerika

Angkatan Laut Taiwan mendapat tambahan kekuatan setelah melantik dua frigate yang didapat bekas dari Amerika Serikat.

Dua frigat ini awalnya adalah Kelas Oliver Hazard Perry sebelumnya bernama USS Taylor dan USS Gary. Mereka dinonaktifkan dari Angkatan Laut Amerika pada tahun 2015 setelah lebih dari 30 tahun beroperasi. Setelah dijual ke Taiwan, kapal berganti nama menjadi ROCS Ming-chuan dan ROCS Feng Jia.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji akan terus memperkuat pertahanan mereka untuk melawan China.

“Kami ingin mengirim pesan yang jelas dan tegas dari orang Taiwan kepada masyarakat internasional bahwa kami tidak akan mengakui satu langkah yang mengganggu Taiwan dan akan melindungi cara hidup bebas dan demokratis kami,” kata Tsai setelah memeriksa dua kapal tersebut Kamis 8 November 2018 , seperti dikutip AFP.

HARUS BACA :  Apakah Amerika Mengulang Sejarah Inggris Yang Tertidur?

Meskipun dia tidak menyebutkan apa yang menyebabkan Taiwan meningkatkan kemampuan pertahanannya, hampir semua paham bahwa langkah ini untuk melawan tekanan China yang tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara merdeka dan menganggapnya sebagai bagian dari China.

Tsai Ing-wen, yang mulai menjabat pada tahun 2016, memimpin Partai Progresif Demokrat yang condong ke arah kemerdekaan. Dia menolak untuk menerima Taiwan sebagai bagian dari daratan China, dan kadang-kadang menggunakan retorika yang sangat kuat untuk menantang apa yang dia sebut “tekanan besar” dari tetangga raksasa di pulau itu.

HARUS BACA :  Negotiations Under Way on Additional Equipment Package for Indonesia's PKR Frigate

Hubungan antara Taiwan dan China telah mengalmai tambal sulam sejak 1949, ketika komunis mengusir pemerintah Nasionalis ke negara-pulau selama perang sipil.  Meski Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari China , Taiwan  menganggap negara itu sebagai negara pengganti China pra-Komunis.

China, sebaliknya, menganggap Taiwan sebagai wilayah otonom  dan mengklaim kedaulatan atasnya. Selain itu, Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik dan latihan militer di dekat pantai Taiwan sejak pemilihan Tsai, yang memicu kekhawatiran bahwa pihaknya mungkin menggunakan opsi militer untuk melarang pulau itu mendeklarasikan kemerdekaan penuh.

HARUS BACA :  Hanya Kami Yang Peduli, Jangan Percaya Pada China dan Rusia

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here