Amerika Sudah Tentukan Pangkalan Untuk Menguji B-21 Raider

Amerika Sudah Tentukan Pangkalan Untuk Menguji B-21 Raider
Desain B-21

Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih pangkalan udara yang akan digunakan untuk menguji pembom terbaru mereka, B-21 Raider.

Angkatan Udara mengumumkan ada dua pangkalan pertama yang akan menjadi tuan rumah pembom siluman tersebut untuk pengujian dan pemeliharaan.

Dalm siaran persnya Jumat 16 November 2018, USAF mengatakan Tinker Air Force Base di Oklahoma akan dijadikan tempat untuk mengoordinasikan pemeliharaan B-21 Raider sementara Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California telah dipilih untuk pengujian dan evaluasi pembom jarak jauh berkemampuan nuklir tersebut.

“Robins Air Force Base di Georgia dan Hill Air Force Base di Utah akan mendukung Tinker dan bila perlu, merombak dan meningkatkan pembom baru,” kata Angkatan Udara sebagaimana dikutip Business Insider Minggu 18 November 2018.

Personel di pangkalan tersebut akan diperlengkapi untuk membangun kembali bagian pesawat, merakit serta untuk menguji dan merebut kembali peralatan yang diperlukan untuk aktivasi depo.

“Dengan tenaga kerja yang berbakat dan puluhan tahun pengalaman dalam perawatan pesawat, Tinker AFB adalah tempat yang tepat untuk misi penting ini,” kata Sekretaris Angkatan Udara Heather A. Wilson.

Edwards Air Force Base juga merupakan tempat Pusat Uji Angkatan Udara, yang memimpin upaya pengujian dan evaluasi layanan.

“Dari pengujian penerbangan X-15 hingga F-117, Edwards AFB di Gurun Mohave telah berada di garis terdepan dalam menjaga Angkatan Udara kami di ujung tombak,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal David L. Goldfein. “Sekarang menguji B-21 Raider akan memulai babak bersejarah lain dalam sejarah pangkalan.”

Brigjen Jenderal Carl Schaefer, kepala Uji Wing 412 di Edwards, mengatakan awal tahun ini bahwa B-21 akan diuji di pangkalan tersebut. Beberapa rincian tentang pengembangan B-21 telah dirilis, dan laporan sebelumnya menyarankan pesawat itu bisa diuji di fasilitas rahasia Angkatan Udara yang dikenal sebagai Area 51.

Pembangunan B-21 saat ini dalam fase rekayasa dan pengembangan manufaktur. Angkatan Udara Amerika mengharapkan untuk membeli sekitar 100 pembom baru, dengan masing-masing seharga lebih dari US$ 600 juta, menurut Air Force Times.

Angkatan Udara mengatakan pada bulan Mei bahwa setelah pembom baru mulai tiba mereka akan menuju ke tiga pangkalan di Amerika yakni Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas, Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth di South Dakota, dan Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri.

B-21 dijadwalkan akan menggantikan pembom B-1 Lancer dan B-2 Spirit di pangkalan tersebut, tetapi Angkatan Udara tidak berencana untuk menghentikan pembom yang ada sampai ada cukup B-21 untuk menggantikannya.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *