Finlandia Bekukan Izin Ekspor Senjata ke UEA, Arab Saudi

Kendaraan modular lapis baja AMV buatan Finlandia © Patria

Militer.or.id – Kementerian Luar Negeri Finlandia mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberikan lisensi ekspor senjata baru untuk menjual material ke Arab Saudi atau Uni Emirat Arab, seperti dilansir dari Finnish Broadcasting Corp, YLE News.

Dalam sebuah rilis yang dikeluarkan hari Kamis sore, Kementerian Pertahanan Filandia mengatakan bahwa pemerintah telah membahas masalah itu serta telah memutuskan bahwa dalam keadaan saat ini, tidak ada alasan untuk pemberian izin ekspor baru.

HARUS BACA :  KRI Sultan Hasanuddin dan Korvet Jerman Latihan di Laut Mediterania

Kementerian Pertahanan mengutip adanya krisis kemanusiaan yang mengkhawatirkan di Yaman, di mana koalisi pimpinan Arab Saudi terlibat konflik militer dengan kelompok pemberontak Houthi. Arab Saudi campur tangan dalam konflik sipil Yaman pada tahun 2015 dan telah meluncurkan serangan udara mematikan yang telah mengklaim banyak korban dari warga sipil.

Kelompok pengawas hak asasi manusia mengatakan bahwa perang saudara berdampak tidak proporsional terhadap anak-anak, banyak diantaranya yang kekurangan gizi. PBB memperkirakan terdapat sebanyak 14 juta orang Yaman terancam kelaparan.

HARUS BACA :  Dislitbang TNI dan UAD Yogya Uji Fungsi Rudal Merapi
HARUS BACA :  Dislitbang TNI dan UAD Yogya Uji Fungsi Rudal Merapi

Keputusan untuk membekukan penjualan senjata ke wilayah ini datang dari peningkatan ekspor perangkat keras militer Finlandia ke Timur Tengah.

Denmark Juga Bekukan Penjualan Senjata

Kementerian Pertahanan Denmark mengatakan bahwa keputusan untuk menangguhkan ekspor senjata diambil berdasarkan pertimbangan yang seksama atas kasus tersebut dan mematuhi kriteria ekspor senjata Uni Eropa, yang menekankan hak asasi manusia dan pelestarian perdamaian, keamanan serta stabilitas regional.

Jamal Khashoggi

Sebelumnya pada hari Kamis, 22 Nopember Denmark bergabung dengan Jerman untuk memblokir ekspor semua jenis senjata masa depan ke Arab Saudi.

HARUS BACA :  Prajurit Marinir Cilandak Latihan Meriam dan Radar

Kementerian Luar Negeri Denmark mengatakan bahwa keputusan ini sebagai tanggapan terhadap peran negara Timur Tengah itu dalam pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi serta peran mereka dalam konflik di Yaman.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Korea Selatan: Senjata Baru Korea Utara Kemungkinan Rudal Jarak Pendek

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Indonesia-Brasil, Puji Kinerja Sonar Kingklip Mk2

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here