Belum Bisa Yakinkan Warga, Jepang Menunda Pengiriman V-22 Osprey

Belum Bisa Yakinkan Warga, Jepang Menunda Pengiriman V-22 Osprey

Jepang memutuskan untuk menunda pengiriman tiltrotor V-22 Osprey ke bandara Saga di barat daya Jepang karena belum juga mampu meyakinkan masyarakat yang khawatir dengan keselamatan pesawat tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengatakan pemerintah menunda pengiriman batch pertama Osprey, yang semula direncanakan untuk musim gugur ini.

“Memang benar bahwa kami melihat keterlambatan dalam seluruh jadwal. Kami akan berusaha untuk mewujudkan pengiriman secepat mungkin,” kata Iwaya kepada wartawan Jumat 16 November 2018 sebagaimana dikutip sejumlah media lokal, tanpa merinci kapan pesawat itu sekarang diharapkan tiba di Jepang,

Kementerian Pertahanan berencana untuk menyebarkan 17 Osprey di bandara Saga selama empat tahun dari 2018 sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pertahanan pulau-pulau yang jauh di barat daya di tengah sikap China yang semakin agresif.

Pemerintah Prefektur Saga pada bulan Agustus menyetujui pengerahan Ospreys dengan syarat bahwa pemerintah pusat membayarnya 10 miliar yen atau sekitar Rp1,3 triliun selama 20 tahun, tetapi penduduk setempat menentang pengerahan itu dengan alasan bahwa helikopter ini terlalu berisik dan rawan masalah.

Kekawatiran masyarakat tidak lepas dari laporan Asahi Shimbun pada November 2017 yang menyebutkan tingkat kecelakaan serius Osprey Marinir Amerika telah melonjak ke tingkat tertinggi sejak penyebarannya ke Jepang pada tahun 2012. Mengutip angka yang diberikan oleh Departemen Pertahanan Amerika, tingkat kecelakaan di Jepang adalah 3,27 per 100.000 jam terbang pada akhir September tahun itu.

Angka ini dihitung berdasarkan kejadian kecelakaan Kelas A, yang didefinisikan sebagai insiden yang menyebabkan setidaknya kerugian sebesar US$ 2 juta (sekitar Rp 29 miliar) atau menyebabkan kematian.

Sebagai perbandingan, tingkat kecelakaan untuk semua pesawat Osprey yang dikerahkan oleh Korps Marinir Amerika di seluruh dunia adalah 2,72.

Pada bulan Desember 2016, sebuah kecelakaan Osprey mendarat di perairan Nago, Prefektur Okinawa. Lain Osprey jatuh di perairan lepas pantai timur laut Australia pada bulan Agustus, menewaskan tiga Marinir. Kecelakaan itu melibatkan Ospreys yang ditempatkan di Stasiun Udara Korps Marinir AS Futenma di Ginowan, Prefektur Okinawa.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *