PM Swedia Akan Jadi Saksi Dalam Kasus Gripen Brasil

Militer.or.id – PM Swedia Akan Jadi Saksi Dalam Kasus Gripen Brasil.

Jet tempur Gripen E buatan Swedia © Saab via Youtube

Militer.or.id, STOCKHOLM – Perdana Menteri (PM) Swedia, Stefan Lofven telah dipanggil untuk hadir sebagai saksi dalam kasus korupsi Brasil sehubungan pembelian jet tempur oleh Brasil, kata Pengadilan Distrik Stockholm pada hari Rabu, seperti dilansir dari Reuters.

Lofven akan dimintai keterangannya di pengadilan Swedia tentang kontaknya dengan mantan presiden Brazil, Dilma Rousseff dan Luiz Inacio Lula da Silva terkait pembelian jet tempur Saab Gripen di negara itu dalam sebuah kesepakatan lima tahun lalu.

HARUS BACA :  Katup Bocor, Diduga Penyebab Kapal Selam Argentina Tenggelam

Permintaan kepada Lofven untuk bersaksi datang dari Kementerian Kehakiman Brasil atas nama terdakwa, termasuk Lula, menurut dokumen pengadilan yang dilihat oleh Reuters. Pengacara Lula mengatakan bahwa kasus ini sebagai “penganiayaan politik”.

Lofven tidak dicurigai melakukan kesalahan, namun ia telah di lobi untuk kesepakatan Gripen ketika dia menjabat sebagai kepala serikat perdagangan yang kuat, IF Metall. Lofven menjadi ketua Partai Sosial Demokrat pada awal tahun 2012 dan ia pun terpilih sebagai perdana menteri pada musim gugur 2014.

Juru bicara Perdana Menteri Swedia mengatakan bahwa Perdana Menteri masih belum menerima panggilan tersebut, tetapi siap untuk memberikan kesaksian dan menjawab pertanyaan di pengadilan.

“Dalam perannya sebagai kepala serikat buruh, wajar bagi Stefan Lofven untuk mendukung ekspor Swedia”, kata jurubicara Ingela Nilsson. “Itu termasuk kasus Gripen”.

Pemerintah Brasil pada akhir tahun 2013 mengumumkan bahwa mereka telah memilih jet tempur Gripen NG yang diproduksi oleh Saab. Pesawat tempur buatan Swedia itu mengalahkan F-18 Super Hornet milik Boeing dan Rafale Prancis, yang diproduksi oleh Dassault Aviation.

HARUS BACA :  Modernisasi Tank Leclerc Prancis Dimulai Tahun 2020
HARUS BACA :  Bukan F-35, Israel Beli Lebih Banyak F-15IA

Jaksa Brasil pada tahun 2016 secara resmi menuduh Lula menggunakan pengaruhnya atas pemerintah pengganti yang dipilihnya untuk membantu perusaan Saab agar bisa memenangkan tender untuk pengadaan 36 unit jet tempur.

Pengacara Lula mengatakan bahwa dirinya tak memiliki peran dalam pembelian Gripen dan mereka telah meminta kesaksian kepada pemimpin Swedia untuk menghilangkan prasangka tuduhan oleh jaksa bahwa kesepakatan itu dicapai pada pertemuan antara Lula, Rousseff dan Lofven di sebuah hotel di Afrika Selatan selama pemakaman Nelson Mandela di tahun 2013.

HARUS BACA :  Gripen E Sukses Uji Coba Rudal Meteor

Lula menyerahkan diri kepada polisi pada bulan April untuk mulai menjalani hukuman penjara selama 12 tahun karena korupsi dalam kasus terpisah dan masih menghadapi tuntutan atas sejumlah tuduhan korupsi lainnya.

HARUS BACA :  Trump Ingatkan Korea Utara, Bisa Dihancurkan Total

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here