Proyek Pesawat Patroli Korsel dan Radar Pesawat KF-X

Militer.or.id – Proyek Pesawat Patroli Korsel dan Radar Pesawat KF-X.

Model pesawat KFX. (photo: Korea Aerospace Industries /KAI)

Militer.or.id – Tiga perusahaan kedirgantaraan asing – Boeing, Saab dan Airbus – diperkirakan akan mengajukan tawaran yang menguntungkan untuk proyek pesawat patroli maritim Korea Selatan, dirilis Koreatimes.co.kr, 15/5/2018.

Pada bulan Februari, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) mengumumkan rencananya untuk menandatangani kesepakatan dengan produsen pesawat luar negeri untuk memperkenalkan pesawat patroli maritim generasi mendatang pada tahun 2020.

HARUS BACA :  Patroli Udara Bersenjata Su-27/30 MK2 TNI AU

Proyek ini bernilai 1,9 triliun won ($ 1,76 miliar). Boeing telah mengajukan P-8A Poseidon sebagai model kandidat untuk proyek tersebut, sementara Saab dari Swedia bersaing dengan pesawat patroli marinim jarak laut Swordfish.

Airbus Defense and Space (DS) juga menyatakan kinginannya untuk bergabung dengan proses penawaran, dengan menawarkan Pesawat Patroli Maritim C295 (MPA), pesawat multi-peran yang berasal dari pesawat angkut militer C295.

“Jika pemerintah mengadopsi proses tender terbuka untuk proyek itu, kami bersedia bersaing dengan produsen pesawat lain,” kata seorang juru bicara Airbus.

HARUS BACA :  Praka M. Asep Sumardi Juara Lomba Orienteering Asia Cup di Perak-Malaysia
HARUS BACA :  Praka M. Asep Sumardi Juara Lomba Orienteering Asia Cup di Perak-Malaysia

Perusahaan juga berencana untuk mempromosikan pesawat patroli baru dengan mengadakan konferensi pers di Seoul.

Awalnya, DAPA mempertimbangkan memperkenalkan P-8A di bawah program Penjualan Militer Asing dengan departemen pertahanan AS. Tetapi unit akuisisi pertahanan Korea Selatan membuka kemungkinan untuk memiliki penawaran yang kompetitif untuk proyek tersebut.

DAPA berencana mengadakan pertemuan bulan ini untuk memutuskan bentuk kontrak untuk proyek tersebut.

HARUS BACA :  Kekerasan Bisa Meluas di Myanmar

Angkatan Laut Republik Korea saat ini menggunakan pesawat patroli P-3. Namun dalam pertemuan akuisisi pertahanan pada bulan Februari, kementerian pertahanan dan DAPA memutuskan untuk mengadopsi pesawat pengintai baru yang menawarkan durasi penerbangan yang lebih panjang dan muatan senjata yang lebih berat.

Boeing’s P-8A dapat terbang dengan kecepatan maksimum 907 kilometer per jam. Pesawat ini berasal dari pesawat jet Boeing 737.

Untuk bersaing dengan Boeing, Saab mempertimbangkan untuk mentransfer teknologi radar berteknologi tinggi untuk proyek pengembangan jet tempur Korea KF-X.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Tim UNIFIL Periksa Perlengkapan Pasukan Garuda Indobatt

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Sistem S-400 Meminimalkan Ketergantungan Eksternal Turki

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here