Sejarah KRI Nanggala 402, Kapal Selam TNI AL yang Hilang Kontak, Didatangkan dari Jerman Tahun 1981 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejarah KRI Nanggala 402, Kapal Selam TNI AL yang Hilang Kontak, Didatangkan dari Jerman Tahun 1981

0
2225

_118127237_a7f67cdf-c131-4e0b-8195-892a4f6cdc7e

Sejarah KRI Nanggala 402, Kapal Selam TNI AL yang Hilang Kontak, Didatangkan dari Jerman Tahun 1981 – militer.or.id –

KRI Nanggala merupakan satu dari lima kapal selam yang dimilik Indonesia.

Dikutip dari majalah TNI yang diunggah dari laman resmi TNI AL, KRI Nanggala 402 merupakan kapal selam Tipe 209/1300 buatan Jerman.

Kapal selam ini kali pertama tiba di Surabaya dari Jerman pada 8 Oktober 1981 atau 40 tahun lalu.

Pada 28 Agustus 1981, kapal ini resmi diberi nama KRI Nanggala berdasarkan Surat Keputusan Kasal dengan nomor Skep/2902/IX/1981 tertanggal 26 Agustus 1981 tentang penetapan KRI Nanggala, nomor lambung KRI Nanggala adalah 402 sebagai kapal perang organik armada RI.

Kapal selam ini kemudian diresmikan sebagai KRI oleh Menhamkam/Pangab saat itu, Jenderal TNI M Yusuf di dermaga Mudara Ujung Surabaya pada 21 Oktober 1981. Komandan pertama kapal ini adalah Letnan Kolonel Laut (P) Armanda Aksya.

HARUS BACA :  PF-17 Frigate Arrives Before Christmas

Kapal selam ini merupakan kapal selam kedua yang didatangkan dari Jerman.

Sebelumnya, kapal type yang sama dari Jerman tiba di Indonesia pada 4 Juli 1981 dan kemudian diberi nama KRI Cakra 401.

Dua kapal dari Jerman ini menambah armada kapal selam Indonesia yang sebelumnya berasal dari Uni Soviet yakni Kapal selam kelas Whiskey.

Asal Usul Nama Nanggala

Nama Nanggala diambil dari senjata pewayangan Nanggala.

Kapal selam ini memilki berat 1.395 ton dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter.

HARUS BACA :  Drone yang Ditemukan di Pantai Ternyata Target Uji Coba Rudal Starstreak

Kekuatan KRI Nanggala-402 tak perlu diragukan lagi.

Kapal selam ini bisa melaju dengan kecepatan lebih kurang 25 knot dengan mengandalkan mesin diesel elektrik.

Setelah overhaul, kapal selam ini dilengkapi sonar teknologi terkini, juga persenjataan mutakhir, di antaranya torpedo.

KRI Nanggala-402 pernah menjalani perawatan di galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan selama tiga tahun pada 2009-2012.

Kapal selam ini dijuluki sebagai monster bawah laut.

Julukan ini bermula saat latihan operasi laut gabungan pada 8 April-2 Mei 2004, KRI Nanggala-402 menunjukkan kemampuannya menembakkan torpedo.

Kala itu, KRI Nanggala-402 berhasil menenggelamkan KRI Rakata yang dijadikan sebagai sasaran tembak dalam latihan.

Diketahui, KRI Nanggala-402 aktif melakukan sejumlah misi penegakan kedaulatan, hukum, dan keamanan di laut.

HARUS BACA :  Russian Ministry of Defense will Purchase a Batch of BT-3F APC

Kapal Selama KRI Nanggala-402 masuk kedalam Cakra Class dengan type U209/1300, Cakra Class dirancang pada 2 April 1977 oleh Ingenueurkontor, Lubeck dan konstruksi oleh Howaldtswekre, Kiel dan dijual oleh Feerostaal, Essen – semuanya bertindak sebagai konsorsium. yang mulai dikerjakan pada 25 November 1977 dan Maret 1978, dan selesai pada tanggal 18 Maret 1981 serta 6 Juli 1981. ada permintaan untuk membangun dua kapal lagi dari kelas yang sama tetapi akhirnya tidak ada kelanjutan kembali.

pada 25 September 1997, Indonesia berencana mengakuisisi dua kapal selam Type 206 bekas jerman dengan rencana untuk dilakukan refurbish dan mengikuti tiga kapal selam yang lainnya.

akan tetapi terjadi krisis pada tahun 1998 sehingga semua project dibatalkan.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here