AS Ingin Kerahkan Sistem THAAD ke Jerman

Militer.or.id – AS Ingin Kerahkan Sistem THAAD ke Jerman.

Sistem peluncur rudal THAAD Amerika Serikat. © U.S. Army via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Militer AS telah mengadakan diskusi awal tentang memindahkan sistem pertahanan rudal terkuatnya ke Jerman untuk meningkatkan pertahanan Eropa, menurut dua sumber yang akrab dengan masalah itu, langkah yang menurut para ahli dapat memicu ketegangan baru dengan Moskow.

Seperti dilansir dari laman Reuters, bahwa proposal sementara untuk mengirim sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Eropa itu mendahului keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mundur dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015, dan datang di tengah dorongan yang lebih luas untuk memperkuat pertahanan udara dan rudal Eropa.

HARUS BACA :  Polandia Borong 20 M142 HIMARS dan 24 Humvee

Sementara Eropa dan AS sedang berselisih mengenai nasib perjanjian nuklir, mereka berbagi keprihatinan tentang perkembangan lanjutan atas rudal balistik Iran.

Rudal Shahab 3 buatan Iran sudah dapat melakukan perjalanan sejauh 2.000 km, cukup untuk mencapai Eropa Selatan, dan Garda Revolusioner Iran mengatakan mereka akan meningkatkan jangkauan rudal jika terancam, Iran beralasan bahwa jangkauan bukan dibatasi oleh doktrin strategis, melainkan karena kendala teknologi.

Komando Eropa AS telah mendorong sistem THAAD di Eropa selama bertahun-tahun, tetapi mundurnya AS dari perjanjian nuklir Iran itu telah menambah urgensi terhadap masalah ini, kata Riki Ellison, kepala Aliansi Advokasi Rudal Pertahanan.

Seorang pejabat militer senior dari Jerman mengatakan perlunya menambahkan lebih banyak radar di seluruh Eropa untuk melacak dan memantau potensi ancaman dengan lebih baik serta memberi isyarat kepada pencegat jika diperlukan.

HARUS BACA :  11 Su-35 Bersenjata Lengkap Lebih Baik dari 1000 "Kosongan"

Pentagon belum memutuskan tindakan yang akan diambil

“Saat ini tidak ada rencana untuk membangun sistem THAAD di Jerman. Kami tidak membahas potensi rencana militer di masa depan, sebab kami tidak ingin memberikan sinyal niat kami kepada musuh potensial. Jerman tetap berada diantara mitra terdekat dan sekutu terkuat kami”, kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.

Menyebarkan sistem pertahanan AS lainnya ke Eropa dapat meyakinkan sekutu NATO di Eropa selatan yang sudah berada dalam jangkauan tembak rudal Iran, kata seorang pejabat militer dari wilayah itu.

HARUS BACA :  Indonesia Masih Tertarik Kapal Selam Varshavyanka dari Rusia

Berbicara tentang penggelaran sistem THAAD buatan Amerika Serikat di Eropa juga datang dengan latar belakang meningkatnya ketegangan antara Barat dan Rusia.

NATO telah lama mendesak bahwa program pertahanan rudal tersebut tidak diarahkan ke Rusia, tapi aliansi telah mengadopsi “nada yang lebih keras” terhadap Moskow pada kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Moskow membantah terlibat dalam keracunan itu, dan menyalahkan ketegangan pada ekspansi militer NATO ke arah timur dan perakitan perisai rudal balistik dengan situs utama di Rumania yang dinyatakan siap tempur pada tahun 2016.

Pindahnya THAAD ke Jerman bisa menyambungkan celah radar yang disebabkan oleh penundaan dua tahun dalam penyelesaian situs pertahanan misil Aegis Ashore kedua di Polandia yang awalnya akan dibuka tahun ini.

 

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here