Militer.or.id – India Ingin Bangun Pabrik Persenjataan di Vietnam.

Brahmos WPN System, India, 23/1/ 2018. (photo: Government of India)

Militer.or.id – India ingin membangun pabrik persenjataan di Vietnam untuk diekspor ke negara ketiga, ungkap sebuah pertemuan industri militer, Rabu, 13/6/2018, yang dirilis situs e.vnexpress.net.

Pertemuan itu adalah bagian dari serangkaian acara yang diselenggarakan pada kesempatan kunjungan menteri pertahanan India Nirmala Sitharaman ke Vietnam.

Bertemu dengan para pemimpin Vietnam selama kunjungan empat harinya yang berakhir Jumat, 15/6/2018, dia mengatakan kerjasama militer India-Vietnam tidak berhenti sebatas membeli dan mentransfer teknologi militer.

India tampaknya akan mendirikan pabrik persenjataan di Vietnam untuk diekspor ke negara-negara pihak ketiga, katanya. Dia juga berharap Vietnam akan menjadi tujuan utama untuk bisnis India, terutama di sektor pertahanan dan militer.

Mayor Jenderal Ho Quang Tuan, Wakil Ketua Departemen Pertahanan Departemen Jenderal dari Kementerian Pertahanan Vietnam, menekankan bahwa kerja sama militer merupakan landasan dalam kemitraan strategis antara Vietnam dan India.

Dia juga mengatakan kedua negara itu memiliki dialog “terbuka, langsung” mengenai teknologi militer dan persenjataan.

Vietnam memperkuat kerja sama militernya dengan India sebagai bagian dari kebijakan pertahanan “damai”, kata juru bicara kementerian luar negeri Le Thi Thu Hang pada konferensi pers tahun lalu.

Dia menanggapi permintaan tentang penawaran India untuk menjual batch rudal jelajah supersonik ramjet jarak pendek, BrahMos, ke Vietnam.

Hang mengatakan pengadaan peralatan pertahanan “konsisten dengan kebijakan perdamaian dan pertahanan diri dan” praktik normal. ”

“Hubungan keamanan dan pertahanan bilateral telah membuat kontribusi praktis untuk perdamaian, stabilitas, kerjasama dan pembangunan di kawasan dan dunia pada umumnya,” katanya.

India telah memasok kapal patroli ke Vietnam dan telah memberikan pelatihan militer. Kesepakatan rudal BrahMos, jike terwujud, akan menjadi kesepakatan perdagangan senjata pertama antara kedua negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here